SENIN, 30 JANUARI 2017
LAMPUNG — Komando Rayon Militer 0421-03 Penengahan, Lampung Selatan, membagikan puluhan polybag dan bibit cabai rawit dan merah kepada masyarakat di pedesaan, Senin (30/1/2017), sebagai gerakan mengatasi dampak kenaikan harga cabai yang akhir-akhir ini acapkali terjadi. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menanam cabai di pekarangan rumah, sehingga bisa mencukupi kebutuhan sendiri.
![]() |
| Kopka Sudarwanto memberi contoh menanam cabai di polybag. |
Komandan Rayon Militer 0421-03 Penengahan, Kapten Infanteri Sukandi, melalui Bintara Pembina Desa Kopral Kepala Sudarwanto, menjelaskan, selain telah menjadi arahan dari Panglima Daerah Militer Sriwijaya, Mayor Jendral TNI Sudirman, pemberian bantuan polybag dan mengajak masyarakat menanam cabai di lingkungannya merupakan upaya menyikapi harga cabai di pasaran yang sering melonjak dan memberatkan masyarakat.
Menurut Sudarwanto, penanaman bibit cabai menggunakan media polybag juga sekaligus memanfaatkan limbah kotoran ternak yang banyak dimiliki warga desa di wilayah Koramil 0421-03 Penengahan, sebagai pupuk kandang yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman cabai, sehingga membantu warga dalam pemenuhan kebutuhan akan sayuran dan bumbu dapur tanpa harus membeli di pasar.
Penggunaan media polybag sebagai tempat menanam cabai, lanjut Sudarwanto, juga memiliki banyak manfaat. Antara lain, tidak menggunakan lahan yang luas, alternatif wadah tanam bagi warga yang tak memiliki dana besar untuk membeli pot serta polybag bersifat tahan lama, ringan, bentuknya seragam dan mudah diperoleh di beberapa toko alat-alat pertanian.
“Sebagai contoh, kita memberikan media tanam polybag secara gratis berikut bibit, dan saat warga sudah mulai merasakan manfaat dari menanam cabai di polybag, warga bisa membeli polybag dalam jumlah banyak di toko alat pertanian, dan terus kita dampingi untuk cara penanaman dan perawatannya,”ungkapnya.
![]() |
| Santi, salah-satu warga Penengahan yang menanam cabai di pekarangan rumah dengan polybag. |
Pembagian polybag kali ini, menurut Sudawarnto, merupakan upaya yang kelima kalinya. Sebelumnya, Babinsa Penengahan juga telah membagikan polybag berikut bibit cabai berumur 2 bulan kepada beberapa masyarakat di Desa Gandri, Desa Klaten, Desa Tetaan, Desa Gayam serta beberapa desa lain berikut contoh penanaman cabai di polybag.
Selain memberikan bantuan polybag dan bibit cabai kepada masyarakat, kata Sudarwanto, pihaknya juga memberikan contoh dan pengetahuan tentang teknik bercocok-tanam cabai yang baik. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan keuntungan dan pemenuhan kebutuhan konsumsi bagi keluarga, sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu lagi membeli di pasar.
“Kita sudah melakukan pembagian polybag dan bibit cabai secara bertahap dengan beberapa Babinsa lainnya. Total polybag yang dibagikan mencapai ratusan polybag ukuran besar,” ungkap Sudarwanto.
Pembagian polybag juga merupakan salah-satu arahan dari Panglima Kodam II/Sriwijaya, agar para prajurit TNI bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Peran dan manfaat TNI yang berguna untuk masyarakat tersebut, di antaranya dengan adanya program Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale), yang bertujuan untuk swasembada pangan dan ketahanan pangan.
Kecuali itu, kegiatan pembagian polybag sebagai media tanam berikut bibit cabai tersebut, menurut Sudarwanto, juga merupakan penerapan Delapan Wajib TNI yang berkaitan dengan masyarakat. Delapan Wajib TNI itu adalah; (1) Bersikap ramah terhadap rakyat, (2) Bersikap sopan-santun terhadap rakyat, (3) Menjunjung tinggi kehormatan wanita, (4) Menjaga kehormatan diri di muka umum, (5) Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya, (6) Tidak sekali-kali merugikan rakyat, (7) Tidak sekali-kali menakuti rakyat dan menyakiti hati rakyat, dan (8) Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
