SELASA 3 JANUARI 2017
MAUMERE—Terkait pembangunan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sikka tahun 2016 di sektor pertanian,Wahana Tani Mandiri (WTM) yang merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dan pendampingan kelompok tani melihatnya dari sisi kualitas belum ditata secara baik meski ada upaya pengembangan sektor pertanian.
![]() |
| Proses pembangunan jalan di lokasi waduk Napunggete yang sedang dikerjakan, |
WTM melihat pembangunan waduk Napunggete merupakan sebuah terobosan yang sangat luar biasa sebab kabupaten Sikka sedang bergelut dengan persoalan ketahanan pangan dan juga bergelut dengan persoalan air bersih serta irigasi.
“Terkait dengan pembangunan waduk Napunggete WTM secara khusus mengapresiasi langkah pemerintah dan ini solusi yang bagus dalam menjawab persoalan ketahanan pangan di Kabupaten Sikka, “ ujar Carolus Winfridus Keupung.
Direktur WTM ini kepada Cendana News, Selasa (3/1/2017) mengatakan,beberapa tahun lalu terkait dengan persoalan tambang di Tanarawa dan daerah aliran sungai beberapa aktivitas tim merupakan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat sudah merekomendasikan untuk dibangun waduk.
“Pembangunan waduk ini merupakan solusi yang pas ketimbang kita membiarkan ada pemikiran miring membangun tambang emas di daerah tersebut,” tegasnya.
Memang pembangunan waduk jelas Win sapaannya, belum menjadi tolak ukur yang luar biasa terkait pengembangan pertanian tapi ini bisa mendorong satu semangat perkembangan pertanian ke depannya.
Dirinya meminta Pemda Sikka agar jangan melihat daerah aliran sungai hanya pada pembangunan waduk ini saja tetapi harus mulai dirancang upaya-upaya lain seperti peningkatan kualitas teknologi pertanian di lahan kering dan lahan basah pada umumnya.
Terkait penanggulangan bencana WTM tandas Win, memberikan kritik dan koreksi yang keras dimana pihaknya melihat penangulangan bencana yang dilakukan BPBD Sikka belum menuju pada suautu manajemen bencana yang baik.
“Harus ada upaya yang lebih keras untuk menata penaggulangan bencana sebab penanggulangan bencana ini dia masuk pada suatu area dimana semua sektor terlibat di dalamnya sehingga koordinasi dan komunikasi dari BPBD perlu ditingkatkan,” sebutnya.
Terkait lingkungan, lanjut Win, Kabupaten Sikka merupakan suatu kabupaten yang bebas dari suatu upaya perusakan masif. Tahun 2016 ada riak-riak di mana pada beberapa area terjadi penebangan pohon namun kecil dan tidak meluas dan ini penting dilakukan pemerintah untuk memperbaiki.
Masyarakat ungkapnya, tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pemerintah dalam beberapa kebijakan pembangunan yang berhubungan dengan pemeliharaan lingkungan seperi kasus penebangan pohon di Taman Kota, sebab kebijakan ini dilakukan bersama DPRD Sikka.
“Saya melihat upaya untuk memperbaikinya cukup menarik terkait dengan upaya penataan kota namun yang perlu ditingkatakan adalah pengembangan hutan kota yang lebih siginifikan sebagai paru-paru kota,” tuturnya.
Terkait kinerja pemerintah Sikka secara keseluruhan sebut Win, WTM melihat ada beberapa sektor yang dilihat belum ada kemajuan berarti namun pengembangan infrastuktur mendapat apresiasi yang baik oleh masyarakat.
WTM sambung mantan Direktur Walhi NTT ini, melihat hampir di semua wilayah Kabupaten Sikka ada pengembangan dan perbaikan ruas jalan. Di kota terjadi suatu perubahan yang siginifikan dan di beberapa kecamatan dan desa juga dilakukan pembangunan beberapa poros jalan dan jembatan.
“Banyak masyarakat yang mengapresiasi dan mengatakan ini yang mereka rasakan sekarang dan ini sesuatu yang menarik terkait perkembangan pembangunan ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Stef Sumandi anggota DPRD Sikka Fraksi PDIP meminta agar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga perlu menindaklanjuti rekomendasi DPRD Sikka terkait perekrutan guru honor dan proses mendapatkan sertifikasi guru yang harus diperoses secara benar.
Beberapa puskesmas di kabupaten Sikka ditetapkan menjadi rumah sakit mini namun tidak dilengkapi dengan sarana dan pra sarana yang memadai. Kasus bayi yang meninggal di Puskesmas Waigete terjadi sebab puskesmas tidak memiliki alat kesehatan yang memadai.
“Puskesmas di Mapiatara sangat megah dan menjadi rumah sakit mini namun sayang sekali tidak ada air bersih di puskesmas dan ini persoalan serius yang perlu ditindaklanjuti,” pungkasnya.
![]() |
|
Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung.
|
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
