JUMAT, 6 JANUARI 2017
MALANG — Rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Universitas Brawijaya (UB) terus berlangsung, setelah sebelumnya berhasil menggelar acara pemecahan rekor MURI dengan mewarnai 1.000 Wayang Krucil dan Rembug budaya. Hari ini bertempat di hutan pendidikan UB Forest yang berada di lereng Gunung Arjuno Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, UB kembali mengadakan sebuah acara bertajuk Artjuno Festival, Jumat (6/1/2017).
![]() |
| Tumpeng ageng jajanan pasar. |
“Acara Artjuno Festival merupakan salah satu rangkaian acara HUT UB ke-54 dan sebagai bentuk kepedulian UB terhadap budaya warga setempat,” jelas Rektor UB, Mohammad Bisri, dalam sambutannya.
Ia mengatakan, UB sangat mendukung kearifan lokal seperti kegiatan yang diadakan di UB Forest tersebut dan ia juga berharap agar kegiatan tersebut bisa berlangsung setiap tahun agar budaya Indonesia bisa terus dilestarikan.
Acara yang dihelat mulai sore hingga malam hari ini tersebut diawali pawai budaya yang diisi beragam kesenian dan diikuti beberapa kampung yang ada di Kota Malang.
![]() |
| Barisan Cempluk dan sapu korek. |
“Tadi dalam pawai budaya terdapat kesenian Kuda Lumping, Reog, Leang Leong, Barongsai Jawa, Bantengan, Trongtongdor, dan Sanduk. Semua kesenian tersebut kita jadikan satu rangkaian dengan mengangkat tema Manunggal Diversity yang bermakna perbedaan yang menyatu,” jelas Koordinator Pawai, Agus Mardianto, saat ditemui Cendana News usai pawai. Dalam pawai juga terdapat barisan cempluk dan sapu korek yang memiliki filosofi untuk menerangi jalan.
Menurutnya, peserta yang mengikuti pawai budaya merupakan kampung yang berada dalam Jaringan Kampung Nusantara (Japung) di antaranya kampung Gunung Wukir, Gondowangi, Pandan Landung, Kampung Cempluk dan kampung-kampung lainnya.
![]() |
| Suasana pawai budaya. |
“Jika biasanya dalam pawai yang diarak adalah tumpeng ageng berupa nasi kuning, kali ini tumpeng ageng diganti dengan berbagai jenis jajanan pasar,” ucapnya. Hal tersebut dilakukan karena ingin mengenalkan kembali Rontek Jabutan Jajan Pasar yang merupakan adat dari masyarakat pegunungan.
Disebutkan dalam acara itu juga dilakukan penyerahan tandon air kehidupan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada UB Forest. Selain itu, pada malam harinya, digelar pertunjukan musik yang mendatangakan grup musik Krakatau.
![]() |
| Penyerahan tandon air. |
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq


