JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sejak 1980, Sri Hartini, pedagang ikan asin asal Desa Ngemplak Bothi Kartasura, sudah berdagang di Pasar Kedip, Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan. Ia adalah pedagang pertama yang berdagang di Pasar Kedip yang dulunya adalah sebuah tanah kosong milik Kamut, warga asli Kebayoran Lama Selatan. Saat mengetahui keberadaan Sri dan melihat mulai berdatangan para pedagang lainnya mengikuti jejak Sri, Kamut akhirnya membebaskan para pedagang untuk berdagang di atas tanah kosong miliknya. Para pedagang tersebut hanya berdagang mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.00 pagi setiap harinya, atau hanya sekedip mata saja. Oleh karena itulah lokasi berdagang itu disebut dengan nama Pasar Kedip.
| Rusmini, pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Kedip, Jakarta Selatan. |
![]() |
| Kiri atas: jalan masuk menuju Pasar Kedip. Kanan atas: suasana kegiatan pedagang di Pasar Kedip. Kiri bawah/kanan bawah: pedagang Pasar Kedip menyapa Cendana News. |
Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw
