Posdaya Melati 1 Bukit Duri Jaksel (1) Berkah Tabur Puja bagi Usaha Sablon Rohayati

RABU 11 JANUARI 2017
JAKARTA—Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri—Program Simpan Pinjam Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) yang diluncurkan Yayasan Damandiri sejak 2012 dan menjadi bagian dari kegiatan Posdaya (Pos Pemberdayaan Masyarakat) binaan Yayasan Damandiri tanpa terasa sudah memberdayakan, mengedukasi bahkan menolong banyak sekali warga di setiap daerah dari seluruh nusantara. Posdaya Melati 1 RW011, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel) memiliki banyak warga yang terbantu ekonomi rumah tangganya melalui Tabur Puja.
Ade Rohayati dan puteri tercinta.
Banyak di antara warga RW011 dari yang sudah memiliki usaha kreatif mikro sebagai sandaran hidup keluarga maupun yang belum memilikinya, bergabung kedalam Posdaya Melati 1 untuk ikut Tabur Puja. Hasil dari keikutsertaan mereka ke dalam Posdaya sekaligus Tabur Puja, bagi yang sudah memiliki usaha bisa mengembangkan usahanya. Sedangkan yang belum memiliki usaha akhirnya punya usaha kecil untuk membantu gerak roda ekonomi keluarga masing-masing.
Bahkan ada di antara mereka yang sudah memiliki usaha sebelumnya namun harus kehilangan segalanya akibat musibah banjir rutin berkepanjangan di wilayah Bukit Duri. Ada juga yang pasrah kehilangan usaha akibat program relokasi untuk normalisasi Ciliwung.  Yayasan Damandiri adalah jawaban bagi mereka semua melalui Tabur Puja Posdaya Melati 1 RW011, Bukit Duri, Jakarta Selatan (Jaksel). Berikut kisah nyata para pelaku industri kreatif mikro yang coba disajikan Cendana News bagi seluruh pembaca di Indonesia.
Ade Rohayati adalah seorang ibu rumah tangga yang menjalankan usaha sablon di rumah bersama suaminya sebagai sandaran hidup keluarga. Usaha sablon Rohayati tidaklah besar, hanya usaha kecil-kecilan sablon manual menggunakan alat bernama screen. Sablon cap, begitu istilah Rohayati untuk mendefinisikan mata pencahariannya tersebut. Dengan banderol harga mulai Rp5.000 sampai Rp15.000 per satu gambarnya, usaha sablon Rohayati berhasil menjadi tumpuan bagi keluarga kecilnya.
Namun seiring kebutuhan yang terus bertambah setiap pergantian tahun, ia dan suaminya butuh tambahan modal agar bisa mengerjakan pesanan sablon dalam jumlah besar untuk menambah penghasilan sehari-hari. Kebutuhan akan pembelian tinta dan lain sebagainya untuk mengerjakan pemesanan sablon dalam jumlah besar menjadi salah satu kendala yang sulit terpecahkan jika hanya mengandalkan tabungan hasil menyablon sehari-hari.
Sampai pada suatu ketika Rohayati menerima sosialisasi Tabur Puja dari pengurus Posdaya Melati 1 RW011, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Dia memutuskan untuk ikut menjadi anggota dan masuk program simpan pinjam Tabur Puja. Dana awal yang didapat adalah sebesar Rp2.000.000, dan semuanya ia pergunakan untuk menambah peralatan maupun perlengkapan menyablon miliknya. Dari situlah suaminya menjadi semangat mencari pemesanan atau orderan sablon yang lebih besar. Mereka menjadi lebih berani untuk mengembangkan potensi usahanya tersebut.
“Perlahan tapi pasti, kami mencari orderan sablon dengan kuantitas lebih besar dari sebelumnya. Tambahan modal dari Tabur Puja sangat membantu kami,” Rohayati mengawali penuturannya kepada Cendana News.
Tanpa terasa, ia sudah menyelesaikan cicilan dari pinjaman Tabur Puja pertamanya dengan mendapatkan pemesanan sablon yang lebih besar dari berbagai tempat. Lalu Tabur Puja kembali memberikan pinjaman kedua sebesar Rp3.000.000 kepada Rohayati agar dapat terus mengembangkan usahanya. Gayung seakan bersambut, seiring pinjaman kedua Tabur Puja, Rohayati mendapat rekanan dari Pulau Tidung di Kepulauan Seribu, Jakarta, yang rutin memesan kaso-kaos sablon anak-anak, remaja maupun dewasa.
“ Kadang mereka sudah mengirimkan bahan kaos untuk disablon, namun terkadang juga mereka terima bersih dari kami berupa kaos-kaos yang sudah disablon sesuai keinginan mereka. Itu nanti dijual kembali kepada masyarakat Pulau Tidung,” tambah Rohayati.
Dari omzet sebatas 2-3 juta rupiah setiap bulan, dengan bantuan modal Tabur Puja Rohayati dan suaminya saat ini bisa meraup omset per bulan sebesar kurang lebih 8-10 juta rupiah setiap bulannya. Bagi orang lain, omzet tersebut mungkin dianggap kecil namun bagi Rohayati dan keluarganya, hasil itulah yang disyukuri sebagai nikmat Tuhan tak terkira. Dan Tabur Puja berhasil menjadi jembatan yang kokoh bagi mereka.
Pemesanan sablon kepada Rohayati selain untuk keperluan masyarakat Pulau Tidung, juga untuk kebutuhan seragam PAUD, TPA dan seragam olah raga di sekolah. Bahkan sekarang ia kembali disibukkan oleh panitia-panitia pemenangan dari ketiga calon kepala daerah DKI Jakarta untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pencapaian usaha Rohayati serta kegigihan maupun keuletannya membawa Rohayati saat ini duduk sebagai Penanggung Jawab (PJ) Kelompok 3 Tabur Puja Posdaya Melati 1, RW011 Bukit Duri, Jakarta Selatan.
“Suami saya setiap hari keluar mencari pesanan sablon. Saya di rumah menyablon, mengurus anak sekaligus aktif di Posdaya. Kepercayaan adalah hal yang sulit didapat, jadi saya tidak akan menyia-nyiakannya,” begitu pungkas Rohayati mengakhiri perbincangan.
Contoh hasil sablon Rohayati untuk dikirim ke Pulau Tidung, wilayah Kepulauan Seribu Jakarta
Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...