Diduga Cabul, Oknum Guru Sekolah Dasar di Desa Koting, Sikka, Dilaporkan ke Polisi

RABU, 11 JANUARI 2017

MAUMERE — Seorang oknum guru di sebuah Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Desa Koting, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, berinisial S, dilaporkan orangtua siswa kelas VI ke Polres Sikka, Rabu (11/1/2017). Oknum guru yang juga merupakan kepala sekolah tersebut diduga melakukan pelecehan seksual terhadap empat murid laki-laki berinisial CCF, CF, YJ dan ARR.
Belasan orangntua siswa saat melaporkan oknum guru ke Polres Sikka.
Obet, orangtua siswa ARR saat ditemui Cendana News di Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Sikka, Rabu (11/1/2017), menyebut, informasi pelecehan diketahui orangtua siswa dari anggota paduan suara. “Mereka menceritakan, adanya perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oknum kepala sekolah dan kami langsung menanyakan kepada anak kami,” ujarnya.
Tadi malam, Selasa (10/1/2017), lanjut Obet, anak-anak ditanyai, dan mereka membenarkan kejadian tersebut, sehingga para orangtua langsung bersepakat melaporkan dugaan pelecehan seksual ini ke polisi, karena kejadiannya sudah sering terjadi.
“Sebagai orangtua, kami tak ingin anak kami mengalami hal ini, sehingga membuat mereka trauma. Kami lapor ke polisi, agar bisa diusut hingga tuntas,” tuturnya, menahan emosi.
Hal senada juga disampaikan Kristianus Sikka, nenek dari CCF. Dikatakan Kris, setelah mendapat informasi dan mengecek ke cucunya serta berkordinasi dengan para orangtua lainnya, mereka berinisiatif melaporkan perbuatan tidak menyenangkan itu ke polisi.
“Kami sudah curiga sebelumnya saat anak kami dipanggil, mereka terlihat ketakutan, minder, sehingga kami timbul tanda-tanya,” ungkapnya.
Lebih jauh, Kris menjelaskan, awalnya orang tua sudah merasa ada keanehan. Sebab, anak-anak sering merasa takut bila dipanggil dan terlihat sangat ketakutan bila hendak ke sekolah. Setelah kasus ini diketahui dan ditanyai anak-anak tersebut, pun awalnya masih takut menceritakan kejadian tersebut kepada orangtua.
Kejadian ini, bebernya, berlangsung di ruang perpustakaan, saat cucunya bersama seorang teman lainnya sedang berada di perpustakaan. Tiba-tiba datang pelaku dan menyuruh teman cucunya keluar, dan pelaku langsung mengunci pintu dan melakukan perbuatan tak senonoh.
Kris menyesali kejadian ini, sebab menurutnya, anak-anak disekolahkan supaya mereka bisa belajar, namun nyatanya diperlakukan seperti ini dan membuat mereka trauma ke sekolah lagi. “Orang tua murid berharap agar pelaku bisa dihukum berat, karena akibat perbuatan itu anak-anak lelaki mereka mengalami trauma dan sering menyendiri,” jelasnya.
Pada sekitar pukul 11.30 WITA, belasan orangtua murid bersama 4 orang anak korban pelecehan seksual itu mendatangi Polres Sikka dengan menumpang mobil pick up, didampingi sejumlah relawan dari LSM Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRuK F). Sementara itu, usai meminta keterangan korban dan orangtua korban, petugas Polres Sikka pun bergegas menuju ke lokasi sekolah untuk menjemput oknum kepala sekolah tersebut.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...