Peredaran Uang Kartal di Balikpapan Diperkirakan Meningkat pada 2017

JUMAT 6 JANUARI 2017
BALIKPAPAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memprediksikan peredaran uang kartal tahun ini akan meningkat, namun tidak begitu signifikan. Hal itu dipengaruhi kondisi perekonomian di daerah khususnya di Kalimantan Timur belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan berarti. 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani menjelaskan Kaltim masih bergantung pada sektor industri pertambangan dan butuh waktu lama untuk mengalihkan sektor unggulannya.
“Harga komoditas unggulan seperti sawit dan lainnya bisa saja meningkat. Itu kalau permintaan negara importir harganya naik, tapi kalau harganya sama ya sama saja,” katanya saat ditanya proyeksi peredaran uang kartal di Balikpapan.
Berdasarkan data yang dihimpun Bank sentral, cash inflow di Balikpapan, Penajam, dan Paser hingga November 2016 lebih besar dibanding outflow yaitu Rp3,66 triliun dan Rp3,59 triliun masing-masing. Hal itu membuktikan dari total inflow selisih Rp69,33 miliar lebih besar dibanding total outflow.
“Besaran inflow mengalahkan outflow ini pertama kalinya terjadi selama lima tahun terakhir. Hal ini bukan terjadi di Balikpapan tapi secara umum kondisinya memang begitu,” tandas Suharman, Jumat (6/1/2016).
Selain itu, pihaknya mengatakan kebutuhan masyarakat untuk menarik uangnya juga menurun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan penurunan pembiayaan selama setahun.
“Menurunnya permintaan dan peredaran uang sepanjang tahun kemarin dianggap karena imbas jangka panjang melambatnya pergerakan ekonomi di kota ini dan sekitarnya,” tambahnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...