KAMIS 5 JANUARI 2017
SOLO — Setelah beberapa hari pasca penetapan Bupati Klaten, Sri Hartini sebagai tersangka, pertai pengusung bupati di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akhirnya angkat bicara. Meski tidak jauh dari keputusan DPP PDIP, pengurus di DPC PDIP Klaten menegaskan jika apa yang dilakukan Bupati Klaten itu tidak ada kaitannya dengan partai.
![]() |
| Ketua DPC PDIP Klaten Saat memberikan konferensi pers. |
“Melalui kesempatan ini kami ingin menegaskan jika perbuatan Sri Hartini merupakan perbuatan pribadi dan bukan mewakili partai. Apa yang dilakukan Bupati Klaten tersebut juga tidak dapat dikonotasikan sebagai kebijakan partai PDIP Klaten,” terang Ketua DPC PDIP Klaten, Sunarno dalam jumpa pers pada Kamis (5/1/2017).
Dikatakan lebih lanjut, Bupati Klaten yang ditetapkan tersangka dalam dugaan kasus supa mutasi jabatan di Pemkab Klaten sepenuhnya merupakan tindakan pribadi Sri Hartini sebagai kepala daerah. Partai, kata Sunarno, sampai saat detik tetap berkomitmen turut serta dalam penegakan hukum untuk memberantas segala bentuk korupsi.
“PDIP Klaten tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP PDIP, yakni memecat saudara Hj Sri Hartini dari keanggotaan partai terhitung dikeluarkannya surat pemecatan itu. Yakni tertanggal 30 Desember 2016 pukul 12 siang,” terangnya.
Sebagai kader partai dan DPC PDIP, Sunarno menaruh rasa hormat terkait keputusan DPP PDIP yang langsung memberikan sanksi tegas terhadap Bupati Klaten Sri Hartini. Ia juga sangat menyangkan apa yang dilakukan Bupati Klaten sehingga menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap mutasi jabatan tersebut. Tak hanya itu, PDIP Klaten juga mengaku tercoreng dengan adanya kader terbaiknya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Bahwa tanpa sepengetahuai partai, kader terbaik kami telah melakukan kesalahan dan kekhilafan yang fatal, baik kepada masyarakat Klaten maupun kepada partai,” imbuhnya.
Sunarno menambahkan, pasca adanya kasus tersebut dirinya menghimbau kepada seluruh kader PDIP tidak saling menghujat, karena justru akan meruncing permasalahan. Pihaknya juga meminta untuk seluruh kader PDIP yang masih diberi tanggung jawab sebagai wakil rakyat semakin memantapkan untuk melayani masyarakat.
“Kami menghimau semua kader partai tidak saling menghujat, dan berdebat, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. PDIP Klaten berkomitmen mengawal jalannya pemerintah yang bersih dan berwibawa,” pungkasnya.
Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid