RABU, 18 JANUARI 2017
JAYAPURA — Mempelajari lebih dekat arti motif dari batik Sentani, Kabupaten Jayapura, ternyata memang menarik. Motif ini terlukis di atas kain batik dan hanya terdapat di Sanggar Batik Putri Dobonsolo yang telah berdiri sejak 1995 hingga kini.
| Mama Ibo sedang mencanting di atas kain putih. |
Pendiri sekaligus pemilik Sanggar Batik Putri Dobonsolo, Mariana Pulanda Ibo, menjelaskan kepada Cendana News, batik miliknya terdapat lima motif yang menggambarkan adat istiadat Sentani, Kabupaten Jayapura. Pertama, motif Ro Bhe yang menggambarkan dua orang yang pegang gelang menceritakan tentang pekerjaan dilakukan gotong royong dalam satu kampung Kepala Adat, melalui juru bicaranya mengumumkan bahwa ada pekerjaan besar yang harus dikerjakan.
“Salah satu pekerjaan besar itu seperti tarik perahu besar dari hutan, maka semua kaum laki-laki terlibat dalam kegiatan itu. Dalam kegiatan seperti ini, setiap ibu-ibu wajib masak untuk dinikmati secara bersama-sama di Obe atau Balai Adat,” kata Mama Ibo sapaan akrabnya saat dikunjungi Cendana News, Rabu (18/01/2017).
![]() |
| Motif Aye Hiyake karya Sanggar Batik Putri Dobonsolo. |
Mama Ibo juga menceritakan motif Aye Hiyake, dahulu kala burung Cenderawasih atau dalam bahasa Sentani disebut Aye Hiyake. Biasanya burung-burung ini kalau saat musim kawin mereka bertengker di atas pohon tepian Danau Sentani, sang pejantan bersiul dan memanggil sang betina kekasihnya dan mereka kejar-kejaran.
“Burung Cenderawasih ini berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon lainnya dan terlihat penuh kasih sayang juga riang gembira terdengar dari siulannya yang merdu,” ujarnya.
Khusus motif Yoniki, dikatakan Mama Ibo, motif ini keramat dan hanya dapat dikenakan oleh orang yang berhak seperti Kepala Adat atau Ondofolo. Menurutnya, tiap kampung punya motif sendiri-sendiri, tak dibenarkan motif dari satu kampung digunakan sembarang orang.
![]() |
| Motif Hakalu karya Sanggar Batik Putri Dobonsolo. |
“Itu karena menyangkut wibawa dan harga diri. Kalau sengaja dipakai berarti Perang Suku atau akan denda secara adat, karena motif Yoniki memiliki filosofi yang sangat tinggi,” katanya.
Ditambahkannya, untuk motif Hakalu atau batu ini adalah batu yang ada di dalam kali yang terdapat di Sentani, dimana fungsi batu Hakalu ini untuk menutup ikan untuk dimasak secara tradisional yang dibuat dari tanah liat. “Kuali tradisional itu biasa kami sebut Ebehele,” tuturnya.
Sedangkan motif Kele, dikatakan mama Ibo, sebuah pohon Kele yang ada di tepian Danau Sentani, dimana pohon kele yang rindang itu sebagai tempat berteduh ikan gabus di dalam air Danau Sentani. Menariknya, bunga pohon kele berwarna kuning tersebut dapat dijadikan obat luka-luka.
“Cara obati, petik bunganya dan di rahu atau diapi agar lembek lalu balut di luka, agar cepat kering dan sembuh,” kata Mama Ibo.
![]() |
| Motif Yoniki karya Sanggar Batik Putri Dobonsolo. |
Sekadar diketahui, Mariana Pulanda Ibo ini terus-menerus mengajarkan seni membatiknya kepada anak, cucu bahkan cicitnya serta membuka pelatihan membatik untuk menjaga kelestarian Suku Sentani. Sekaligus memberitahukan kepada khalayak umum arti dari batik Papua asal Sentani, yang terdapat lima motif. Namun, kebetulan terdapat 4 motif yang ada didisplai sanggar tersebut saat media ini mengunjunginya.
Dengan modal awal sendiri, kini Sanggar Batik Putri Dobonsolo dibantu Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Papua sejak tahun 2016 melalui program pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pemberdayaan perempuan. BI Provinsi Papua juga telah membangun ruang displai tempat jualan batik di Sanggar Batik Putri Dobonsolo. BI juga mempromosikan sanggar tersebut setiap ada even-even besar termasuk pelatihan-pelatihan terkait manajemen bisnis usaha batik.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta


