Mahfud MD: Islam dan Nasionalis Pilar Penguat Indonesia

MINGGU, 22 JANUARI 2017

YOGYAKARTA — Mantan Ketua MK yang juga Presidium Korps Alumni HMI, Mahfud MD menyebutkan, Islam dan nasionalisme merupakan dua pilar yang menguatkan Indonesia. Keduanya tidak bisa didikotomikan atau dipisahkan termasuk diadu-domba oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memecah-belah bangsa. Rasa nasionalis dan ke-Islaman (sikap agamis-red), merupakan dasar negara yang tidak bisa diubah.

Mahfudz MD

Hal itu diungkapkan Mahfud menanggapi adanya pandangan-pandangan yang mendikotomikan antara nasionalisme dan Islam, yang seolah-olah merupakan dua hal berbeda dan tidak dapat disatukan.

Menurut Mahfud, pandangan tersebut muncul sebagai sebuah penyesataan oleh para petualang politik yang ingin mencari panggung dalam rangka mencapai posisi kekuasaan tertentu.

“Kalau kita lihat tokoh-tokoh simbol kaum nasionalis kita, seperti Hamka misalnya, adalah tokoh ulama atau tokoh Islam yang sangat nasionalis. Begitu juga Sukarno, juga adalah tokoh nasionlais yang sangat Islam. Karena memang nasionalis dan agamis merupakan dasar negara yang menguatkan Indonesia,” ujarnya kepada Cendananews, seusai menghadiri acara pelantikan pengurus kader Korps Alumni HMI, wilayah DIY, di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Minggu (21/1/2017).

Menurut Mahfud pihak-pihak yang mengadu domba itu adalah para petualang politik yang ingin mencari posisi kekuasaan tertentu, dengan mengatasnamakan nasionalisme lantas menuduh orang Islam tidak nasionalis, seakan radikal atau ekstrim. Sementara orang Islam, atas nama keislamannya menuduh orang Islam lainnya yang nasionalis, tidak islami.

“Itu sebenarnya hanya ulah para petualang poltik saja. Dan tidak pernah berhasil sejak dulu. Dia kan sampah atau buih. Biarin saja. Buih kan mengalir. Nanti juga akan hilang sendiri. Hal seperti itu di setiap zaman pasti ada. Karena politik itu kekuasaan. Orang yang punya hasrat politik pasti akan cari cara untuk mencapai kekuasaan tertentu, termasuk dengan cara seperti itu,” pungkasnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid

Lihat juga...