KAMIS, 19 JANUARI 2017
MATARAM — Sebagian masyarakat memandang, Lembaga Pemasyarakatan (LP) hanya merupakan penjara bagi pelaku kejahatan kriminial maupun korupsi. Padahal, Lapas juga bisa menjadi lembaga pendidikan, pembinaan dan pemberdayaan bagi segenap penghuni LP, melalui berbagai kegiatan dan pendidikan keterampilan, terutama bagi penghuni LP Perempuan.
![]() |
| Sejumlah warga binaan perempuan LP Mataram nampak terampil menarikan Tari Kembang Sandak Lombok di acara pelantikan Kalapas Mataram yang baru. |
Demikian dikatakan, Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas ll Mataram, Titik Driani di Mataram, Kamis (19/1/2017). Selain bertujuan mengisi waktu bagi penghuni Lapas perempuan, pendidikan keterampilan juga diharapkan mampu menjadikan setiap penghuni memiliki keterampilan sesuai minat dan bakatnya. Sehingga, ketika keluar dari LP, warga binaan bisa menggunakan bekal keterampilan yang telah diberikan untuk membuka usaha secara mandiri, serta tidak mengulangi tindak kejahatannya.
“Pendidikan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan LP, khususnya perempuan, juga beragam. Antara lain, tata rias pengantin, salon kecantikan, kerajinan merangkai bunga, membuat keset dan sejumlah kerajinan lain,” kata Titik.
![]() |
| Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas ll Mataram, Titik Driani |
Ditambahkan, hasil-hasil kerajinan yang dihasilkan oleh warga binaan LP Mataram, diharapkan bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan pergangan untuk dipasarkan. Sementara itu, jumlah penghuni LP perempuan tercatat ada 52 orang, dengan kasus rata-rata berupa kasus narkoba dan kriminal lainnya.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi
