Kuliner Ikan Pecak Bohong Khas Posdaya Kenanga Setu

MINGGU, 15 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur merupakan wilayah kerja Posdaya Kenanga Setu binaan Yayasan Damandiri, tepatnya di RW04. Pemberdayaan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui Kebun Bergizi maupun Kolam Ikan Bersama ternyata berimbas akan munculnya kuliner-kuliner khas Betawi Setu Cipayung yang sama sekali tidak pernah dikenal luas.
Ikan Pecak Bohong Lalap Tauge Daun Mede buatan Ibu Minong Khas Posdaya Kenanga Setu
Kuliner khas Betawi bagi masyarakat identik dengan Soto Betawi, Kerak Telor, Es Putu Mayang serta beberapa hidangan khas Betawi lain pada umumnya. Namun di Posdaya Kenanga Setu, pengurus coba melihat apa ciri khas kuliner kaum Betawi Setu Cipayung yang bisa diangkat ke permukaan. Akhirnya, pada awal berdirinya Posdaya Kenanga Setu, Oktober 2011, pengurus Posdaya menghimpun ibu-ibu PKK RW05 untuk menyajikan sebuah hidangan menarik bernama ‘Ikan Pecak Bohong’ dengan lalap tauge dan daun mede sebagai pelengkap.
Sejak saat itu, bagi Posdaya Kenanga Setu, Ikan Pecak Bohong bersama lalap tauge dan daun mede menjadi hidangan khas Posdaya untuk menyambut tamu-tamu yang datang berkunjung. Mulai dari kunjungan dari Posdaya dari luar pulau, Bapak Camat, Walikota, Pak Lurah sampai acara-acara RW.
Pada Jumat, 13 Januari 2017, Cendana News coba mengunjungi Posdaya Kenanga Setu berkenaan dengan Hari Kas Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) Yayasan Damandiri serta kegiatan kader-kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) Posdaya Kenanga Setu keliling kampung dalam PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) rutin dengan menggandeng Lurah Setu, Wahyu Dwi Kesdianto serta beberapa staf Puskesmas Kelurahan Setu dan Kecamatan Cipayung.
Selesai berkeliling, ibu-ibu Posdaya Kenanga Setu langsung menghidangkan makan siang berupa Nasi, sambal jengkol, sayur asem, ikan asin dan kerupuk. Tidak lupa lauk utama, ‘Ikan Pecak Bohong’ beserta lalap tauge dan daun mede. 
“ Pecak itu bumbunya, terdiri dari cabai, bawang, tomat dan jahe. Masing-masing diiris halus lalu ditumbuk sebentar saja, dicampur serta taburi garam dan perasan jeruk limo secukupnya. Untuk jahe, sebelum diiris halus harus ditumbuk terlebih dahulu atau istilahnya di-geprek,” jelas Ibu Minong, kader bidang lingkungan hidup Posdaya Kenanga Setu, sekaligus pembuat menu ‘Ikan Pecak Bohong’ kepada Cendana News.
Ikan yang dipilih bisa ikan mas, mujaer, nila bahkan bawal. Goreng terlebih dahulu ikan tersebut, setelah itu taburi bumbu pecak yang sudah jadi ke atas ikan yang baru diangkat dari penggorengan. Bumbu akan meresap perlahan ke dalam ikan goreng dan menambah sensasi asam pedas dibalik gurihnya ikan goreng. Sebenarnya bumbu pecak aslinya menggunakan kacang tanah, tapi ibu-ibu kader Posdaya di RW05 membuat ciri khas tersendiri dengan tidak menggunakan kacang tanah agar lebih segar.
“ Itu asal nama ‘Ikan Pecak Bohong’. Karena gak ada kacangnye. Bumbu pecaknye dianggep bo’ongan gegara gak pake kacang. Tapi lebih sip rasanye,” lanjut Minong, isteri Pak Ba’ih, Ketua RT05, RW05, Setu, Cipayung, dengan dialek Betawi yang kental.
Untuk lalapan tauge dan daun mede, ternyata memberi warna dan keunikan tersendiri. Bagi banyak orang pasti aneh saat harus menyantap lalapan tauge. Tapi ternyata di RT05, RW05, Setu Cipayung, tauge dan daun mede adalah pasangan serasi untuk lalapan. Cara menyantapnya, ambil sedikit tauge, tarus di atas daun mede, diangkat bersamaan, cocol sambal sedikit lalu disantap. Daun mede dipercaya warga setempat sebagai obat kesehatan organ kewanitaan, sehingga tidak heran lalapan daun mede langsung habis oleh para ibu yang makan siang saat itu.
Minong, Kader Posdaya Kenanga Setu
Kabarnya, banyak warga RW05 Setu Cipayung yang gemar mancing di Kolam Ikan Bersama, kemudian mengolahnya menjadi Ikan Pecak Bohong untuk makanan sehari-hari. 
“ Biasanya warga yang gemar memancing memanfaatkan kolam ikan bersama tersebut. Hasilnya dibawa pulang untuk diolah dengan bumbu pecak sesuai selera. Jika kekurangan bumbu, dapat mengambil langsung ke Kebun Bergizi,” demikian Akustika Widiastuti, Ketua Posdaya Kenanga Setu melengkapi perbincangan.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...