Kemandirian Kunci Sukses Kaderisasi Tabur Puja Posdaya Soka Jakarta Selatan

SENIN, 2 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kegiatan pemberdayaan aspek Wirausaha dari Posdaya Soka Jakarta Selatan, salah-satunya adalah Hari Kas Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) pada tiap Selasa, satu kali dalam seminggu. Pada Hari Kas itu, seluruh anggota Posdaya Soka RW 012, Kelurahan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, datang untuk membayar angsuran maupun menerima pencairan pinjaman kredit usaha mikro di Sekretariat Posdaya Soka.
Pelayanan Pencairan Kredit dan Pembayaran Angsuran pada Hari Kas Tabur Puja Posdaya Soka Jakarta Selatan
Kegiatan Hari Kas biasanya dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Posdaya Soka, Staf Administrasi serta Kasir Posdaya Soka berikut pengawas kredit dari Tabur Puja Yayasan Damandiri wilayah DKI Jakarta, yakni Koperasi Sudara Indra. Dalam kesempatan tertentu, Hari Kas biasa dibarengi dengan kegiatan lain seperti penyuluhan terkait penyegaran sistem Tabur Puja dan penyuluhan lain untuk pemberdayaan masyarakat kepada pengurus maupun anggota Posdaya Soka.
Hasil dari penyegaran materi diharapkan dapat memberi suntikan dukungan moril bagi seluruh elemen Posdaya Soka, untuk terjun semakin dalam kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan pendidikan, kesehatan, wirausaha, lingkungan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Banyak Posdaya di provinsi lain di Indonesia sampai datang berkunjung, baik untuk studi banding atau kunjungan kerja. Baru-baru ini, Posdaya wilayah Bogor, Jawa Barat juga menyempatkan diri berkunjung ke wilayah kerja Posdaya Soka Jakarta Selatan, untuk melihat dari dekat proses maupun kinerja Posdaya Soka yang kabarnya sudah harum sampai ke Bogor untuk Program Tabur Puja. 
Salah-satu kemandirian Posdaya Soka adalah bagaimana menangani Tabur Puja mulai dari proses pemetaan anggota yang butuh sentuhan Tabur Puja, berpotensi untuk ikut Tabur Puja, hingga warga masyarakat yang sama sekali belum mengetahui tentang Tabur Puja. Untuk menangani anggota yang sudah ikut Tabur Puja, Posdaya Soka Jakarta Selatan juga menanganinya secara mandiri mulai dari proses seleksi, pencairan dan penagihan sekaligus. Administrasi secara komputerisasi juga ditangani secara mandiri oleh pengurus Posdaya Soka dengan memberdayakan beberapa anggotanya.
Posdaya Soka saat menerima kunjungan Posdaya dari wilayah Bogor, beberapa waktu lalu.
“Kami membentuk para anggota menjadi banyak kelompok, di awali lima anggota per kelompok. Saat ini sudah berkembang menjadi duapuluh lima orang anggota dalam satu kelompok. Masing-masing kelompok dikepalai seorang Penanggung Jawab atau disingkat PJ. Jadi, setiap Hari Kas Tabur Puja, PJ akan melakukan koordinasi di lapangan terkait siapa saja yang dapat pencairan pinjaman maupun pembayaran angsuran,” ujar Kabid Ekonomi Posdaya Soka, Sudarni Adi, mengawali penjelasannya kepada Cendana News.
Lebih lanjut, Sudarni Adi yang akrab disapa Darni, mengatakan, masing-masing kelompok terdiri dari anggota-anggota yang berasal dari beberapa warga RW 012 dari RT berbeda. Misalnya, anggota Tabur Puja Posdaya Soka dari RT 01 –RT 05 masuk Kelompok 1. Namun, dalam praktiknya tidak menutup kemungkinan bergabungnya anggota lain dari RT lain seperti RT 08 maupun RT 09. Hal itu bisa dilakukan karena mengacu batas wilayah antara RT yang satu dengan RT lainnya, ada juga yang melompat, sehingga wilayah RT terdekat bisa digabungkan walau tidak berurutan.
Sementara itu, Penanggung Jawab atau PJ yang dipilih, biasanya yang rajin, ulet dan bisa dipercaya. Selain itu, juga mampu menggerakkan warga. Karena itu, rata-rata PJ biasanya adalah istri-istri Ketua RT yang aktif di dalam kegiatan ibu-ibu PKK Posdaya Soka. Dengan demikian, bagi warga yang mengambil kredit melalui Tabur Puja Posdaya Soka, tidak menggunakan cara harus diketahui Ketua RT masing-masing, karena para istri Ketua RT sudah menjadi penggeraknya.
“Tapi, biasanya Ketua RT hafal dan mengetahui, bahwa ada warganya yang ikut Tabur Puja, mungkin karena berbincang-bincang dengan istrinya. Artinya, cara seperti ini terbentuk dengan sendirinya seiring berjalannya kegiatan Tabur Puja sejak awal. Ditambah lagi, para anggota yang ikut Tabur Puja juga memang anggota-anggota yang sangat baik diajak bekerjasama,” tambah Darni.
Kerjasama yang dimaksudkan Darni, adalah dalam hal pembayaran angsuran. Wajar, jika selama ini Tabur Puja Posdaya Soka kerap tidak ditemui kasus keterlambatan-keterlambatan angsuran dari anggota yang cukup parah. Biasanya keterlambatan angsuran lebih disebabkan kreditur belum memiliki dana cukup saat tiba Hari Kas. Sehingga, membutuhkan keringanan beberapa hari ke depan atau maksimal dilonggarkan hingga Hari Kas pekan berikutnya.
Berjalan baiknya Tabur Puja, pasti akan berdampak pada Non Performing Loan (NPL) dari Posdaya Soka atau berdampak pada tingkat tagihan tertunggak yang terjadi di Posdaya Soka. Sejauh ini dari pantauan pengurus, tingkat NPL Posdaya Soka boleh dikatakan nihil. Memang, ada atau kerap ditemukan keterlambatan, namun langsung beres pada Hari Kas berikutnya.
“Untuk data NPL lengkap, mungkin bisa cross check dengan petugas pengawas kredit lapangan Tabur Puja secara langsung. Namun, menurut kami, sejauh ini lancar saja karena sistem pengelompokan serta kerja keras PJ kami di lapangan cukup baik,” kata Darni, memastikan.
Kemandirian Tabur Puja Posdaya Soka sekiranya bisa menjadi salah-satu contoh positif. Dan, Posdaya Soka sendiri tercatat aktif melakukan pembinaan kader-kader Posdaya yang nantinya bisa melanjutkan tongkat estafet pemberdayaan di kemudian hari.  Sejauh ini, dari total keseluruhan 188 anggota Posdaya Soka, ada sekitar 105 anggota yang ikut Tabur Puja dengan pinjaman bervariasi antara Rp. 1-3 Juta. Dan, melalui pinjaman lunak usaha mikro tersebut banyak lahir usaha-usaha kecil di lingkungan RW 012. 
Bahkan, menurut informasi terakhir, lanjut Darni, ada beberapa RW yang sudah mengajukan diri untuk menjadi Posdaya. Sedangkan bagi anggota Posdaya Soka yang tidak atau belum mengikuti Tabur Puja, biasanya mereka aktif dalam kegiatan Posdaya Soka lain seperti kegiatan ibu-ibu PKK, pengelolaan Kebun Bergizi, Kelompok Tani, Bank Sampah, Penghijauan, Posyandu dan PAUD. Dan, mereka itu disebut sebagai kader-kader Posdaya Soka Jakarta Selatan.
“Kaderisasi berjalan seiring dengan kegiatan kami setiap hari, karena itu adalah buah atau bonus dari proses belajar dan pembentukan karakter. Namun, kemandirian itu harus diberdayakan jauh sebelum kaderisasi, karena bagaimana kami bisa melakukan pengkaderan jika sistem kerja kami belum mandiri? Alhamdulillah, sejauh ini bertahap mulai mandiri jauh sebelum lahir kader-kader Posdaya Soka,” pungkas Darni.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...