KAMIS, 5 JANUARI 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) RW 012 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang berdiri pada 2008, mulai terasa sejak RW 012 bergabung dengan Yayasan Damandiri sebagai Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) pada 2012 dengan nama Posdaya Soka. Indikator perkembangan tersebut dilihat dari terus bertambahnya jumlah murid PAUD dari hanya beberapa orang saja pada 2008 hingga mencapai 48 orang berdasarkan data terakhir Desember 2016.
| Sri Sutanti, Pengurus PAUD Posdaya Soka, Jakarta Selatan. |
“Rotasi pergantian murid sangat cepat, saat murid PAUD sudah masuk usia Taman Kanak-kanak (TK) dan pergi untuk masuk TK, posisi kosong langsung terisi murid baru dengan jumlah lebih banyak dari murid yang pergi,” kata Sri Sutanti, pembina sekaligus salah satu guru PAUD Posdaya Soka kepada Cendana News saat ditemui di kediamannya.
Mengacu data murid PAUD Posdaya Soka 2016, sebanyak 20 orang murid PAUD yang sudah keluar untuk masuk TK, digantikan oleh 28 murid PAUD baru untuk memasuki tahun ajaran baru di 2017. Peningkatan jumlah murid memang perlahan namun berdampak signifikan bagi perkembangan jumlah murid PAUD Posdaya Soka. Perkembangan inilah yang dimaksud Sri Sutanti. Di samping itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi indikator perkembangan PAUD Posdaya Soka. Tercatat enam guru PAUD yang terdiri dari ibu-ibu PKK Posdaya Soka, salah seorang dari mereka mendapat beasiswa pendidikan PAUD dari Baziz Jakarta Selatan. Jika sesuai jadwal, pada Februari 2017 mendatang yang bersangkutan sudah menyelesaikan pendidikan untuk kembali mengajar di PAUD Posdaya Soka.
Yayasan Damandiri turut membantu peningkatan kualitas tenaga guru PAUD Posdaya Soka dengan memberikan Diklat atau pendidikan dasar menjadi guru PAUD pada 2013. Tepatnya satu tahun setelah terbentuknya Posdaya Soka di lingkungan RW 012 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sedangkan dari pemerintah, khususnya kecamatan setempat, baru memberikan bantuan pendidikan dasar guru PAUD pada 2016.
“Artinya, perkembangan yang dialami PAUD Posdaya Soka Jakarta Selatan ini berasal dari dua arah, yakni dari peningkatan kualitas guru serta dari terus bertambahnya jumlah murid secara periodik,” tambah Sri Sutanti.
Minat masyarakat membawa anak-anak mereka untuk ikut PAUD Posdaya Soka dinilai sangat besar. Penyebabnya adalah keadaan wilayah Posdaya Soka yang memang ramah anak atau bersih, sejuk dan aman. Bersih dengan penghijauan yang sudah terbentuk di wilayah Posdaya Soka, sejuk karena sirkulasi udara bersih akibat hijaunya daerah tersebut serta aman karena jauh dari jalan raya. Jika jauh dari jalan raya, otomatis aman bagi anak-anak usia PAUD untuk bermain. Walau begitu, guru-guru PAUD Posdaya Soka tetap menginstruksikan para orang tua agar tidak melepaskan pengawasan terhadap anak masing-masing.
“PAUD di sini agak berbeda, karena murid-murid kami bukan dari RW 012 saja, melainkan berasal dari lingkungan RW lainnya. Kami sudah mengimbau agar orang tua murid memasukkan anak mereka ke PAUD di masing-masing RW, akan tetapi kadang anak-anak mereka tidak mau dan memilih masuk PAUD kami. Kami tetap dengan tangan terbuka menerima mereka, dengan senang hati kami akan mendidik anak-anak tersebut selayaknya kami mendidik anak kami sendiri,” beber Sri melanjutkan.
PAUD Posdaya Soka Jakarta Selatan hanya mematok iuran bulanan sebesar Rp 25.000 bagi setiap murid. Perincian iuran itu adalah Rp 5.000 untuk makanan tambahan anak setiap bulan dan Rp 20.000 untuk keperluan pembelian alat tulis bulanan. Iuran sebesar-besarnya untuk kebutuhan anak-anak murid. Pertanyaannya, bagaimana nasib guru-guru PAUD itu sendiri? Dari mana para guru PAUD Posdaya Soka mendapatkan apresiasi dari orang tua murid setelah setiap hari menjadi tenaga pengajar?
“Kami tidak memikirkan hal itu. Entah karena telanjur menyayangi anak-anak tersebut atau apa pun itu penyebabnya, kami juga tidak tahu. Bagi kami program PAUD Posdaya Soka ini adalah pengabdian yang ikhlas. Lagi pula, rejeki kami sudah diatur entah melalui pekerjaan suami maupun usaha kecil yang dibantu Tabur Puja. Yang jelas, tidak ada niat keuntungan apa pun, semuanya ikhlas. Karena rejeki memang sudah diatur Tuhan,” kata Sri lagi.
Baru-baru ini, menjelang akhir Desember 2016, PAUD Posdaya Soka mendapatkan BOP atau Bantuan Operasional Pendidikan dari pemerintah yang disalurkan Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bantuan tersebut sebesar Rp 12.000.000 dalam bentuk alat tulis dan lain sebagainya. Termasuk juga di dalamnya biaya visit guru. Maksud dari biaya visit guru adalah bukan honor, melainkan operasional transport bagi guru jika harus menghadiri seminar, pendidikan maupun hal apa pun yang berkaitan dengan profesinya sebagai guru PAUD.
“Apa saya bilang, rejeki itu diatur Tuhan. Untuk tugas operasional keluar seperti seminar, pendidikan, maupun menyambangi kediaman orang tua murid PAUD tidak perlu mengeluarkan biaya pribadi lagi,” pungkas Sri.
![]() |
| Kegiatan PAUD Posdaya Soka, Jakarta Selatan. |
Perjuangan dan pengabdian itu memang berat. Namun, jika semua suka duka dilakoni bersama-sama dengan ikhlas, pastinya akan terasa ringan dan jalan keluar akan selalu ada. Posdaya Soka Jakarta Selatan sudah melakukannya bersama Yayasan Damandiri melalui salah satu kegiatan pemberdayaan aspek pendidikan bagi masyarakat sekitarnya dalam bentuk PAUD Posdaya Soka Jakarta Selatan.
Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw
