Harga Masih Mahal, Cabai Campuran Jadi Pilihan Warga di Balikpapan

SELASA, 17 JANUARI 2017

BALIKPAPAN — Masih tingginya harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Balikpapan, membuat konsumen ataupun warga mengurangi pembelian cabai. Sementara agar cabai rawit tetap laku, sejumlah pedagang menyiasatinya dengan menjual cabai rawit dicampur dengan cabai keriting atau cabai yang berwarna putih, sehingga harganya bisa lebih murah.
Salah-satu pedagang cabe di Pasar Pandansari, Balikpapan.
Salah-satu pedagang cabai di Pasar Pandansari, Usman, mengatakan, pembelian cabai campuran menjadi pilihan ibu-ibu atau rumah makan untuk mendapatkan cabai sesuai dengan kebutuhan setiap harinya. Cabai campuran terdiri dari 2 kilogram cabai rawit putih dan 1 kilogram cabai rawit merah. Adapun harga cabe campuran sebesar Rp. 80.000 per kilogramnya, sedikit lebih murah dari cabai rawit merah yang kini masih dijual dengan harga Rp. 90.000 per kilogramnya. 
“Lumayan banyak yang beli cabai campuran, karena harganya relatif terjangkau sesuai kebutuhan,” katanya, Selasa (17/1/2017).
Menurutnya, cabai yang dijualnya didatangkan dari Singkang, Sulawesi Selatan, sebanyak 11 dos dengan jumlah masing-masing dos sekitar 35 kilogram. “Melihat situasinya, dua hari ini harga cabe sudah mulai turun karena pasokan sudah ada. Kalau tidak ada pasokan, ya naik lagi. Kita pedagang di Balikpapan bukan yang menentukan harga, tapi pengirim,” ujarnya.
Usman menyebutkan, situasi ekonomi juga mempengaruhi jumlah omzet, karena pembeli yang berkurang. “Kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak awal Januari gara-gara persediaannya kurang. Jadi, kita siasati cabainya dicampur agar lebih murah dan konsumen mau membeli,” pungkasnya.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Editor : Koko Triarko / Foto : Ferry Cahyanti

Lihat juga...