Bupati Sikka Minta Para Guru Pegang Teguh Kode Etik Profesi

SELASA, 17 JANUARI 2017

MAUMERE — Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, mengatakan, perilaku oknum guru di Kabupaten Sikka akhir-akhir ini menampar wajah dunia pendidikan. Guru yang seharusnya menumbuh-kembangkan semua potensi yang ada dalam diri murid-muridnya, tetapi justru menghancurkannya dengan perilaku yang sangat tidak terpuji.
Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera saat memimpin apel peringatan Hari Guru.
“Para guru harus memegang teguh kode etik profesi guru, agar senantiasa digugu dan ditiru (dituruti dan dicontoh -red), bukan cuma kalimat-kalimat ajaran, tetapi terutama keteladanan lewat cara hidup,” jelas Ansar, saat apel peringatan Hari Guru Nasional ke-71 di Lapangan Umum Kota Baru, Maumere, Selasa (17/1/2017).
Ansar mengatakan, oknum-oknum itu mendapat hukuman sesuai Undang Undang yang berlaku. Namun, tamparan itu menjadi peringatan keras bagi semua yang menjadi guru, untuk senantiasa setia pada tugas, profesi dan panggilannya.
Ansar juga mengatakan, salah-satu cita-cita kemerdekaan Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari cita- cita ini, pendidikan anak-anak bangsa diselenggarakan, kementerian pendidikan diadakan, sekolah dibangun, kurikulum diciptakan demi tumbuhnya generasi Indonesia yang berpikir tajam, bernalar bening, bermoral budi pekerti luhur, berjiwa Garuda, bermental nasionalis dan berketerampilan.
“Tugas untuk mewujud-nyatakan semua cita-cita itu dibebankan di bahu guru. Sejarah membuktikan, jatuh bangun sebuah peradaban, lahir dan tumbuh sebuah kebudayaan, keduanya ditentukan oleh pendidikan dan itu tentu tugas seorang guru“, ungkapnya.
Di samping itu, sesuai perkembangan peraturan terbaru, lanjut Ansar, guru-guru di Kabupaten Sikka telah mulai ditingkatkan kualitas keguruannya maupun mutu kesejahteraannya. Mutu kesejahteraan guru ditempuh dengan cara sertifikasi guru yang tahun 2017 ini akan diperbanyak hingga tuntas semuanya, dan juga peningkatan kualitas keguruan ditempuh dengan kursus-kursus guru mata kuliah dan juga pendidikan formal.
“Tahun 2013 telah kita tanda-tangani kerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang dalam rangka menyelenggarakan pendidikan bagi guru,” terangnya.
Bupati yang juga mantan Sekretaris Daerah Ende ini, mengatakan, tahun ini di Kabupaten Sikka terdapat 392 orang guru yang mengikuti program pendidikan lanjutan, dan dari jumlah itu 148 orang guru telah diwisuda. Sisanya sebanyak 154 akan diwisuda pada bulan Februari mendatang.
Ansar menambahkan, menurut data masih ada 400 guru PNS atau ASN yang belum mencapai kualifikasi Strata 1, sehingga Pemda Sikka akan melanjutkan program kerjasama dengan Undana Kupang, untuk memberikan juga pendidikan bagi mereka. “Semoga semua itu mampu menjawab kebutuhan pendidikan kita termasuk kebutuhan guru, demi menciptakan anak-anak bangsa yang berkualitas di Kabupaten Sikka ini,” jelasnya.
Apel diikuti perwakilan murid dari beberapa SD, SMP dan SMU serta SMK di Kabupaten Sikka, serta dihadiri para guru, personel Polres Sikka, Lanal Maumare, Kodim 1603 Sikka serta Satpol PP. Hadir pula dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, Danlanal Maumere, Kolonel Marinir Firman Johan, Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Abdullah Jamali, S.IP, Kapolres Sikka AKBP I Made Kusuma Jaya,SIK, SH serta para kepala dinas dan badan di lingkup Pemda Sikka.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...