Gelombang Tinggi Telan Korban Satu Nelayan di Jayapura

SENIN, 9 JANUARI 2017

JAYAPURA — Satu dari lima nelayan menjadi korban tingginya geombang laut saat menjaring ikan di pesisir Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Korban berhasil ditemukan oleh rekan-rekannya bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Papua, sekitar pukul 21.35 WIT, Minggu (8/1/2016).
Korban saat dibawa masuk ke Rumah Sakit Koya Barat.
Awalnya, korban atas nama Kaharudin (22) bersama empat rekannya memasang jaring di Holtekamp pertemuan Sungai Tami yang bermuara ke pantai tersebut, sekitar pukul 20.00 WIT. Tak disangka, air laut yang semula surut, perlahan mulai naik dengan kekuatan arus yang cukup kencang. “Mungkin karena arus yang cukup kencang, saat mereka pasang jaring, sempat terseret arus dengan jaring yang mereka pasang,” kata Ketua TRC RAPI Distrik Muara Tami dengan nama Udara JZ 27 DOS, kepada Cendana News.
Setelah mendengar ada nelayan tenggelam di lokasi tersebut, ia mengerahkan personel sebanyak 15 orang untuk membantu pencarian dan evakuasi korban tenggelam, sekaligus melaporkan kejadian itu kepada aparat keamanan setempat. Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 22.00 WIT setelah terseret arus ke bibir Pantai Holtekamp. “Tiga orang berhasil menghindar dari arus kencang, sedangkan dua orang lainnya terbawa arus. Tapi, yang satunya berhasil selamat sedangkan satunya meninggal dunia,” ujarnya.
Selang 30 menit saat dilakukan pencarian, TRC RAPI Provinsi Papua yang dipimpin JZ 27 BM tiba bersama kurang lebih 15 personel untuk membantu proses evakuasi, yang sebelumnya 10 personel dari Polsek Muara Tami telah berada di lokasi kejadian. “Kami dari RAPI turut berduka cita, dan ke depannya, nelayan harus lebih berhati-hati saat mencari ikan. Karena akhir-akhir ini cuaca sangat ekstrim terlebih di laut,” katanya.
Asri (36), salah-satu rekan korban yang berhasil selamat mengaku saat ini pihaknya hanya fokus untuk mengevakuasi korban dan menghubungi keluarganya di Hamadi Rawa 1, Distrik Jayapura Selatan. Korban, lanjutnya, akan disemayamkan di Masjid Al-Taqwa Hamadi, Distrik Jayapura Selatan. “Rencana, besok keluarga mau memberangkatkan jenazah ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk dikebumikan,” kata Asri.
Sekedar diketahui, informasi prakiraan cuaca pelayaran, tinggi gelombang Perairan Papua dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura memprediksi perairan di Yos Sudarso gelombang mulai dari setengah hingga satu meter dengan kecepatan 5 hingga 10 knot dan hujan disertai angin dari arah barat ke utara.

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Koko Triarko / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...