RABU, 25 JANUARI 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Posdaya Melati 3 RW 01 Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan binaan Yayasan Damandiri memiliki banyak kegiatan pemberdayaan, salah satunya Posyandu balita dan lansia. Program Posyandu di Posdaya Melati 3 dengan menitikberatkan asupan gizi ibu dan anak untuk menjaga kesehatan adalah langkah preventif mencegah terjadinya gizi buruk bagi bayi maupun sang ibu.
![]() |
| Contoh makanan sehat tambahan di Posyandu Pabean. |
Angka kematian bayi dan anak balita akibat kurang gizi di Indonesia masih dalam tingkat memprihatinkan. Prevalensi angka gizi buruk masih tinggi, yakni mencapai 5,7 persen dan kekurangan gizi 13,9 persen. Selain tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi, kurangnya edukasi menyebabkan orang tua kurang tepat dalam menyajikan menu makanan sehat bagi bayi dan balita. Ini juga menjadi penyebab kurang gizi pada anak.
Kebutuhan nutrisi harus mulai diperhatikan pada 1.000 hari pertama kehidupan, agar anak tumbuh baik, memiliki imunitas dan menjadi cerdas ke depannya. Kurang optimalnya perbaikan gizi pada anak di Indonesia bisa diatasi dengan pemberian ASI (Air Susu Ibu). Selanjutnya sebagai penambah asupan gizi, anak dibiasakan mengkonsumsi buah-buahan contohnya pisang atau telur.
“Tentunya pisang nanti dihaluskan terlebih dahulu dan telur bisa direbus saja. Jangan digoreng apalagi dicampur kornet dan lain sebagainya. Biasakan anak mengkonsumsi bahan alami mulai dari ASI sampai bahan makanan yang disebutkan tadi,” terang Magda Hasmutri, Ketua Posdaya Melati 3, RW 01 Pengadegan kepada Cendana News.
Posyandu Pabean di wilayah kerja Posdaya Melati 3 yang dikoordinir Magda rutin ada kegiatan Selasa setiap pekannya. Jadwal tersebut diatur sedemikian rupa untuk memisahkan antara lansia dan balita. Ada satu program pemerintah bernama Posbindu untuk menggantikan Posyandu. Akan tetapi, kurang tepatnya mekanisme pengaturan batasan usia yang membingungkan warga membuat Posbindu tidak berjalan dengan semestinya. Akhirnya, Posyandu malah bertambah ramai.
Untuk mengedukasi warga, Posyandu Pabean di Posdaya Melati 3 secara berkala melakukan pembinaan bagi para ibu dan lansia. Ibu dibina untuk tidak ragu memberi ASI dan sebisa mungkin menghindari memberi susu kemasan bagi bayi. Dibandingkan membeli susu kemasan, lebih baik memberi buah atau bahan makanan bergizi lainnya. Lansia juga diberi pengarahan bagaimana menjaga kesehatan dengan berusaha untuk bergerak setiap hari sedikitnya 1-2 jam sehari. Bisa dengan jalan santai maupun mengurus tanaman di depan rumah setiap pagi di bawah matahari pagi yang menyehatkan.
Sambil mengedukasi, Magda juga berupaya menyediakan makanan sehat tambahan bagi warga bertepatan dengan pelaksanaan Posyandu. Butuh dana cukup besar, tetapi warga RW 01 yang sudah di tingkat sejahtera 2 sampai sejahtera plus turut membantu pendanaan. Hasilnya sangat memuaskan dengan bergotong royong semua kebutuhan dana bisa terpenuhi sesuai harapan.
“Warga di sini dulunya selalu dipusingkan oleh banjir. Walaupun sekarang sudah tidak lagi, namun dampak dari banjir masih terasa seperti kurang stabilnya ekonomi keluarga dan lain sebagainya. Terima kasih bagi warga berkecukupan yang turut membantu saudara-saudaranya,” pungkas Magda.
![]() |
| Pengukuran tinggi Balita di Posyandu Pabean, Pengadegan. |
Selain mengharapkan bantuan warga berkecukupan menopang dana asupan makanan sehat tambahan kepada Posyandu, Posdaya Melati 3 juga terus memberdayakan Tabungan Kredit Pundi Sejahtera atau Tabur Puja agar mereka yang tidak mampu secara bertahap meningkat taraf hidupnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan asupan gizi secara mandiri.
Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw
