Damandiri Bantu Tingkatkan Produksi Terong di Setu Cipayung

SENIN, 23 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Tanaman toga atau bahan obat-obatan seperti jahe, kunyit, kumis kucing, merupakan ciri khas setiap pekarangan rumah warga di wilayah kerja Posdaya Kenanga Setu RT 05, RW 05, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Sedangkan untuk Kebun Bergizi, mayoritas didominasi tanaman pangan, khususnya terong.
Tanaman Terong yang tumbuh subur
Bagi masyarakat Betawi, terong adalah salah-satu bahan pangan jenis sayuran terfavorit. Penyebabnya adalah masyarakat Betawi memiliki masakan khas bernama sayur lodeh. Dan, 40 persen bagian dari sayur lodeh adalah terong. “Tanpa terong, sayur lodeh itu ibarat makan kaga pake sambel,” sebut Minong, Ibu RT 05, RW 05, Setu, Cipayung, sekaligus Kader Posdaya Kenanga Setu.
Awalnya, terong menjadi salah-satu tanaman pangan dari sekian banyak tanaman yang ada di Kebun Bergizi. Karena melihat kebutuhan masyarakat yang sangat menggemari sayur lodeh, pengurus Posdaya lalu memperbanyak terong sebagai tanaman utama. Untuk menyuburkan dan mempercepat pertumbuhan tanaman terong beserta seluruh tanaman yang ada di Kebun Bergizi, Posdaya meningkatkan produksi pupuk kompos melalui Mini Kompos yang mereka miliki.
“Dalam satu hingga tiga bulan, terong bisa panen dan sangat membantu masyarakat. Di samping itu, sekarang warga bisa memetik terong kapanpun mereka membutuhkan. Selama masih ada buahnya di pohon, silahkan saja seluruh warga memanfaatkannya,” sebut Akustika, Ketua Posdaya Kenanga Setu.
Kemampuan Yayasan Damandiri memberdayakan warga untuk lebih menggali potensi lokal, sekaligus menyediakan kebutuhan warga dengan cara seperti inilah yang tidak dimiliki lembaga pemerintahan. Perspektif Damandiri melalui program pemberdayaan andalan mereka bukan hanya menyentuh sisi luar kehidupan, tetapi masuk ke dalam hingga menyentuh hal-hal terkecil yang kerap luput dari perhatian pihak lain.
Kebun Bergizi dengan area tengah ditumbuhi banyak tanaman terong
Panen berkala untuk tanaman terong sering dilakukan warga dalam 1-3 bulan. Semua dibuat sedemikian rupa secara berkala, agar kebutuhan masyarakat tidak terputus. Kerja keras pengurus Posdaya yang bersinergi dengan seluruh warga dan kepala lingkungan untuk menggali lebih dalam potensi terong bagi warga Setu, Cipayung, berbuah manis dengan melimpahnya hasil terong. Selain mengandalkan panen raya periodik, warga juga bisa memetik terong setiap saat.
“Jika butuh terong maupun cabai untuk sayur lodeh, udah bisa ngambil langsung ke kebon,” sebut Ja’ih, warga setempat dengan dialek Betawi yang kental.
Bukan berbicara hasil panen puluhan hingga ribuan ton setiap periode, tetapi memenuhi kebutuhan warga sehari-hari. Itulah inti dari peranan Damandiri dalam meningkatkan hasil produksi terong di Setu, Cipayung. Bersama Damandiri, warga dibuat sebagai raja. Tetapi, bukan serta-merta sekedar mendudukkan warga di posisinya, melainkan Yayasan Damandiri terlebih dahulu memberi edukasi, sehingga rakyat mendapatkan pencerahan. Dengan cara inilah diharapkan ke depan rakyat semakin mandiri. 

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...