Banyak Kapal di Kabupaten Sikka Berlayar dari Pelabuhan Tak Terkontrol

KAMIS, 5 JANUARI 2017

MAUMERE — Banyak kapal motor baik kapal penumpang antarpulau dan kapal barang serta kapal ikan yang berlayar dari pelabuhan-pelabuhan “tikus” sehingga tidak terkontrol atau tanpa sepengetahuan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere.

 Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Laurens Say Maumere, Jasra Yuzi Irawan, SE, MM.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Laurens Say Maumere, Jasra Yuzi Irawan, SE, MM kepada Cendana News di kantornya, Kamis (5/1/2017) siang.

Dikatakan Jasra, kapal motor Shin 03 yang bertolak dari Maumere menuju Larantuka yang mengalami patah kemudi dan tenggelam di Laut Flores di sebelah utara Pulau Babi, masuk dalam wilayah Kabupaten Sikka berlayar tanpa ada koordinasi dengan KSOP Laurens Saya Maumere.

“Kapal tersebut berlayar dari pelabuhan milik perusahaan ikan dan kami tidak mengetahui apakah kapal tersebut mengangkut barang apa dan jumlah anak buah kapalnya,” ujarnya.

Sesuai surat dari Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, setiap kapal motor yang berukuran di bawah 7 grass ton merupakan kewenangan dari Dinas Perhubungan di kabupaten atau wali kota untuk mengeluarkan ijin berlayar.

“Bila berlayar dari Pelabuhan Wuring, Kewapante, dan Laurens Say, kami pasti mengeluarkan ijin berlayar sebab di ketiga pelabuhan ini ada petugas kami,“ tuturnya.

Selain itu, kata Jasra, pihaknya sedang menggandeng Dinas Perhubungan, Lanal Maumere, dan kantor Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) atau sering disebut KP3 guna mendata dan melakukan penertiban. Sebab lanjutnya, bila tidak dilakukan, maka saat ada kejadian fatal seperti kapal tenggelam semua pihak tidak mengetahui secara pasti sebab kapal tersebut tidak terdata dan diketahui.

Kapal barang yang sedang bongkar muat di Pelabuhan Wuring Maumere.

“Kita perlu memberikan pemahaman kepada pemilik kapal tradisional dan nahkoda kapal tentang keselamatan pelayaran dan harus ada itikad baik dari mereka untuk mematuhi keselamatan pelayaran,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...