Balikpapan Anggarkan Dua Milliar Rupiah untuk Tangkal DBD

SELASA 31 JANUARI 2017

BALIKPAPAN—Tingginya kasus penderita demam berdarah dengue di Balikpapan menyebabkan kota ini menjadi daerah endemik DBD di Kalimantan. Hal itu karena setiap tahun jumlah penderita DBD di kota minyak INI selalu meningkat mencapai ribuan.

Balerina JPP Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina JPP menjelaskan menjadi daerah endemik karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bahkan kasusnya mencapai ribuan, meski upaya pencegahan terhadap penyakit itu terus dilakukan.
“Kita masuk daerah endemik karena Balikpapan ini kasus penderita DBD nya terus bertambah,” katanya Selasa, (31/1/2017).
Ia menyebutkan hingga Desember 2016 jumlah DBD lebih dari 4.000 kasus dan 26 di antaranya meninggal dunia. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dari 2015 lalu yakni lebih dari 2.100 kasus dan 25 di antaranya meninggal dunia.
“Naiknya kasus DBD ini sangat tinggi. Kita terus upayakan pencegahan dan penanggulangan DBD,” tandasnya.
Untuk itu, upaya yang terus dilakukan dalam pencegahan dan penanggulangan DBD dengan melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh seluruh SKPD maupun masyarakat Balikpapan.
“Perlu juga ada inovasi-inovasi lainnya untuk pencegahan. Kemudian tentunya monitoring evaluasi lebih ketat agar program yang dilaksanakan berjalan maksimal,” pungkas Balerina.
Dia menambahkan anggaran untuk pencegahan dan penganggulangan DBD tahun ini tidak besar hanya Rp2 miliar. Sehingga sosialisasi kepada daerah yang sangat rawan terhadap DBD ini intensif dilakukan.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari

Lihat juga...