Hari Kas Tabur Puja Damandiri di RW02 Srengseng Sawah

SELASA 31 JANUARI 2017
JAKARTA—Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri—Hari Kas Posdaya Bacang, RW02 Srengseng sawah Jakarta Selatan jatuh pada senin setiap pekannya. Hari Kas merupakan saat dilakukannya proses pencairan dana pinjaman sekaligus pembayaran cicilan Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) bagi para anggotanya. Semua kegiatan berpusat di sekretariat Posdaya Bacang,  Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Gang H. Shibi No.73, RT003, RW02, Kelurahan Srengseng sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Tuty Rohati (kiri) dan AK Tabur Puja, Iqbal (kanan) sedang proses balancing keuangan.
Masing-masing Penanggung Jawab (PJ) yang mengkoordinir setiap kelompok Tanggung Renteng akan berkumpul melakukan penyetoran cicilan anggota dan membawa aplikasi pengajuan kredit lunak usaha mikro. Selain itu,bagi para anggota yang ingin melakukan pembayaran secara langsung juga dipersilahkan untuk datang di Hari Kas. Ketua Posdaya Bacang, merangkap Kepala bidang (Kabid) Kewirausahaan, Hj. Tuty Rohati dan Kepala Administrasi Posdaya Bacang, Rumiyanti akan memasukkan data sesuai laporan atau rekapitulasi pembayaran anggota dari lima PJ yang mengkoordinir lima kelompok Tanggung Renteng yang berbeda.
Proses rekapitulasi laporan dari PJ dimasukkan secara komputerisasi menggunakan software khusus Tabur Puja. Posdaya Bacang adalah salah satu Posdaya yang sudah mendapat pelatihan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Trilogi Jakarta untuk Program terbaru Yayasan Damandiri, yakni Posdaya Tabur Puja Mandiri. Selanjutnya, hasil rekap dari pengurus Posdaya akandipertanggungjawabkan kepada Asisten Kredit (AK) Tabur Puja Yayasan Damandiri setiap Hari Kas.
“Kami sudah mendapatkan semua fasilitas untuk menjadi Posdaya Tabur Puja Mandiri, seperti laptop, cash box dan almari dokumen. Dan sekarang kami sedang mengelola kurang lebih Rp200 juta dana Tabur Puja yang berputar di wilayah kerja Posdaya Bacang,” ungkap Tuty Rohati, Ketua Posdaya Bacang kepada Cendana News, Senin (30/01/2017).
Terkait proses pengajuan kredit yang diserahkan masing-masing PJ kepada pengurus, nantinya akan ditindaklanjuti dengan inspeksi langsung ke tempat usaha calon penerima kredit.
“Keinginan kami adalah Tabur Puja bisa menyentuh seluruh warga RW02 Srengseng sawah dengan selalu mengedepankan kualitas kreditur. Sejauh ini hasil penyaringan kreditur yang kami lakukan berjalan sesuai harapan. Namun kami masih punya pekerjaan rumah untuk mereduksi Non Performing Loan kami dari angka nol koma dua persen menjadi nol persen,” tambah Rumiyanti, Kepala Administrasi Posdaya Bacang.
Non Performing Loan (NPL) adalah rasio keuangan yang digunakan untuk menilai likuiditas sebuah lembaga keuangan terhadap dana pihak ketiga. Lebih mudahnya, NPL itu indikator dari jumlah kredit bermasalah dari sebuah lembaga keuangan. Langkah Posdaya Bacang untuk menekan NPL mereka dari 0,2 persen menjadi 0 persen adalah dengan lebih selektif dalam menerima pengajuan kredit. Proses wawancara dan inspeksi ke tempat usaha calon peminjam adalah langkah baku yang biasa mereka lakukan selama ini.
Rumiyanti (kiri) dan Tuty Rohati (kanan).
Proses penyetoran cicilan anggota dari para Penaggung Jawab (PJ).

Selepas tugas, tiga orang PJ bersantai sejenak di depan kamera.
Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Lihat juga...