Warga Tanam Mangrove dan Pungut Sampah di Pulau Bangka Minahasa Utara

JUMAT, 16 DESEMBER 2016

MANADO — Puluhan warga dari sejumlah komunitas melakukan penanaman mangrove dan pungut sampah di Pulau Bangka Kecamatan Likupang Kabupaten Minihasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan tanam mangrove dan bersih sampah merupakan bagian untuk menyelamatkan lingkungan yang sudah dijadikan lokasi pertambangan biji besi di Pulau Bangka.

Wisatawan dan sejumlah komunitas melakukan penanaman mangrove.

Menurut Angeliqua Batuna, Pemilik Murex Resort, aksi bersih lingkungan dengan melakukan penanaman mangrove dan pungut sampah merupakan kepedulian bersama para warga dari sejumlah komunitas yang mencintai lingkungan. Kegiatan penanaman mangrove dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan dari abrasi pantai terutama di lokasi Pulau Bangka, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, yang sudah menjadi lokasi pertambangan biji besi.

Batuna mengatakan, dalam aksi penanaman mangrove, selain diikuti para pengelola resort yang berada di kawasan Bunaken dan Pulau Bangka, juga diikuti sejumlah kelompok pecinta lingkungan dan mahasiswa pecinta alam, serta sejumlah wartawan.

Jull Takaliuang dan Angeliqua Batuna mengangkat sampah di Pulau Bangka.

“Kami sengaja memilih Pulau Bangka untuk dijadikan lokasi penanaman mangrove, karena lokasi ini sempat menjadi lokasi pertambangan biji besi dari perusahaan asal Tiongkok, namun saat ini terhenti sementara karena mendapat gugatan dan penolakan warga sekitar. Kami harapkan mangrove ini bisa tumbuh dengan baik untuk menunjang ekosistem laut dan menjadi pertahanan dari abrasi pantai terutama untuk warga di sekitar Pulau Bangka, sehingga Pulau Bangka kembali menjadi lokasi wisata para wisatawan.

Selain itu, Jull Takaliuang dari Yayasan Suara Nurani mengatakan, aksi tanam mangrove bukan hanya diikuti  sejumlah komunitas, namun juga sejumlah warga asing dan wisatawan yang saat itu berada di Pulau Bangka untuk melakukan penyelaman. Walapun kondisi cuaca panas namun tetap semangat karena kegiatan ini sangat mulia untuk kelangsungan hidup masyarakat sekitar terutama pertumbuhan dan perkembangan ekosistem laut. Khususnya habitat ikan untuk bertelur dan berkembang biak.

“Ada kurang lebih 300 bibit mangrove yang ditanam di Desa Ehe Perairan Likupang di Pulau Bangka. Semoga aksi kali ini bisa memberikan semangat untuk tetap mencintai lingkungan dan tidak menjadikan lokasi ini menjadi daerah pertambangan karena akan merusak lingkungan,” kata Takaliung, Jumat (16/12/2016).

Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Satmoko / Foto: Ishak Kusrant

Lihat juga...