KAMIS, 8 DESEMBER 2016
MANADO—Wakil Ketua MPR RI EE Mangindaan menegaskan, sebagai anak bangsa kita tidak boleh putus asa untuk menyosialisasikan Pancasila. Hal ini dikatakan Mangindaan di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado pada Kamis (8/12/2016).
![]() |
| Mangindaan saat melakukan sosialisasi Pancasila di Universitas Sam Ratulangi Manado. |
Mangindaan mengungkapkan, tantangan kebangsaan yang muncul saat ini karena adanya kelemahan dalam pemahaman dan sempitnya pemaknaan keagamaan sehingga muncul rasa ekstrimis atau radikal.
“Radikalisme bisa terjadi di semua agama dan radikalisme dapat mengganggu pemahaman terhadap Pancasila,” tegasnya.
Dia mengatakan, tantangan kebangsaan yang lain adalah pengabaian kepentingan daerah serta fanatisme kedaerahan. Dalam Pilkada, fanatisme kedaerahan bisa muncul.
“Sikap primordialisme terjadi, seolah-olah yang bisa jadi kepala daerah hanya putra asli daerah sehingga hal itu sangat mengganggu kebhinnekaan,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Mangindaan, tantangan kebangsaan juga muncul dari penguasa yang sewenang- wenang sehingga ketika jadi pemimpin seolah-olah itu semua menjadi milik yang berkuasa, untuk itu keadilan harus ditegakkan.
Mangindaan menambahkan, kesenjangan sosial juga merupakan salah satu tantangan kebangsaan. Karena itu bisa terjadi kemiskinan dan pengangguran. Namun kita tak boleh putus asa dalam menyosialisasikan Pancasila.
Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Satmoko / Foto: Ishak Kusrant