SENIN, 12 DESEMBER 2016
SURABAYA — Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi salah satu destinasi wisata pilihan yang ada di Kota Surabaya. Seperti yang terlihat hari ini, Senin (12/12/2016) bertepatan libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad, wisata ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Tapi, sayang, fasilitas yang ada di KBS dirasa kurang baik. Hal ini dikatakan Dwi Safitri, salah seorang pengunjung asal Gresik.
![]() |
| Tri Rismaharini berencana tingkatkan kualitas KBS. Berkaitan dengan itu akan ada penyertaan modal untuk animal welfare kurang lebih Rp 50 miliar. |
“Sebenarnya menyenangkan berlibur di tempat ini. Tapi, sayang, banyak jalan yang rusak dan fasilitas-fasilitasnya seperti kurang terawat,” ujarnya saat ditemui Cendana News di lokasi.
Hal senada juga dirasakan Anwar Abidin, pengunjung asal Lamongan.
“Kalau tempatnya lebih terawat mungkin bisa jadi pengunjungnya lebih banyak,” tandas lelaki 41 tahun ini.
Sementara itu, menurut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memang harapannya KBS dapat menjadi tempat rekreasi yang terjangkau bagi semua kalangan khususnya masyarakat Kota Surabaya.
![]() |
| Masyarakat yang mengunjungi KBS sedang melihat monyet berjemur dalam beragam aksi. |
“Kalau masyarakat nggak punya duit dan nggak mampu pergi ke Jatim Park atau taman safari, terus mau rekreasi ke mana,” ujar Risma saat ditemui, Jumat (9/12/2016) di ruang kerja Wali Kota.
Disebutkan, dalam meningkatkan kualitas KBS akan ada penyertaan modal untuk animal welfare kurang lebih Rp 50 miliar.
“KBS menjadi kebanggaan kita. Dulu, waktu saya SD, ada soal ujian terkait KBS yang menjadi kebun binatang terbesar di Asia,” kenang Risma.
Harapannya, imbuh Risma, kalau KBS jadi bersih dan nyaman dapat makin banyak menarik pengunjung.
“Jadi, nantinya, KBS bisa menjadi pilihan berlibur yang terjangkau tapi tetap memiliki standar kualitas yang baik,” pungkasnya.
Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP
