Tak Kunjung Berhenti, Semburan Gas dan Suara Gemuruh dari Sumur Bor Warga di Sumenep

RABU, 7 DESEMBER 2016

SUMENEP—Selama delapan hari sumur bor milik Sunawi (41) di Dusun Jenggera Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mengeluarkan semburan gas dan suara gemuruh seperti lumpur yang hendak keluar dari sumur tersebut. Sumur bor baru itu pun masih menjadi tontonan warga, karena mereka penasaran terhadap semburan gas bau belerang yang ada di desa setempat.

Warga mencoba membakar gas semburan dari sumur.

Sebelumnya, semburan gas beserta lumpur berbau belerang sempat mengkhawatirkan warga desa setempat. Mereka takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Akibatnya, masyarakat berinisiatif menutup sumur bor, setelah ditutup dengan beton semen ternyata jebol. Warga tetap memaksa menutupnya dengan menambah beton semen dalam jumlah banyak hingga akhirnya berhasil.

“Jadi yang ditutup baru satu sumur, sedangkan yang satunya masih belum ditutup. Sampai sekarang sumur bor itu masih mengeluarkan semburan gas dan terdengar suara gemuruh, padahal sudah berjalan selama delapan hari. Tetapi semburan tersebut tak kunjung berhenti,” kata Sanawi (41), pemilik sumur bor yang menyembur gas di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Rabu (7/12/2016).

Warga mencoba mendeteksi semburan gas.

Disebutkan, setelah dilakukan penutupan terhadap sumur bor yang ada di depan rumahnya, sumur bor yang satunya hingga kini belum ditutup. Bahkan suara gemuruh dari sumur tersebut semakin nyaring, hal itu kemungkinan menyatu ke satu sumur yang belum ditutup. Sebab sebelumnya suara gemuruh dari dua sumur bor itu tidak begitu dahsyat dibanding dengan tinggal satu sumur seperti sekarang.

“Sumur yang ada di depan rumah sudah kami tutup pada hari Senin (5/12/2016) karena kondisinya sangat mengkhawatirkan. Selain keluar semburan gas, sumur itu juga mengeluarkan lumpur bau belerang. Memang semburan lumpurnya sangat kecil, namun ketika dibiarkan takutnya nanti semakin besar semburan lumpur itu,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (29/11/2016) beberapa waktu lalu, warga digegerkan dengan kejadian semburan lumpur dan gas berbau belerang dari dua sumur milik warga yang sedang mengebor untuk mencari air. Tetapi setelah kedalaman 31 meter tidak keluar air, melainkan keluar udara berbau belerang bahkan juga ada semburan lumpur. Akibatnya warga yang sedang berada di sekitar itu langsung lari dan pengeboran pun dihentikan.

Jurnalis: M. Fahrul/ Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul

Lihat juga...