Tabur Puja, Menabung di Koperasi Lebih Aman dan Menguntungkan

MINGGU, 25 DESEMBER 2016

JAKARTA — Peran koperasi untuk memberdayakan masyarakat ekonomi lemah mulai kelihatan dengan hadirnya Yayasan Damandiri yang diprakarsai Presiden kedua RI, H.M. Soeharto, pada 1996 dalam program Simpan Pinjam Tabur Puja atau Tabungan Kredit Pundi Sejahtera, yang diperuntukkan bagi Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) binaan Yayasan Damandiri sejak 2012. Untuk wilayah Jakarta, yang menjalankan sekaligus mengawasi program Tabur Puja diserahkan kepada Koperasi Sudara Indra.
Murniasih Martono (kiri) berdiskusi dengan seorang Staf Posdaya Jingga untuk Tabur Puja.
Dalam melakukan edukasi sekaligus memberdayakan masyarakat, baik pihak koperasi maupun Posdaya, mencoba menanamkan dua hal sekaligus untuk memajukan aspek pembangunan ekonomi masyarakat, yakni Simpan dan Pinjam. Singkatnya, proses simpan pinjam yang selama ini terdikotomi sebatas dengan pihak Bank, mulai perlahan diperluas kepada Koperasi. Selama ini, masyarakat kurang faham akan hal tersebut, sehingga menganggap hanya Bank tempat paling aman menabung. Padahal, Koperasi juga merupakan tempat yang aman untuk menabung, bahkan sekaligus memberikan kemudahan dalam meminjam bagi setiap anggotanya.
“Melalui Tabur Puja, kami mencoba membawa sebuah pesan, bahwa menabung di Koperasi itu selain aman, juga tidak kena biaya administrasi sedikitpun. Singkatnya, jika anda menabung Rp. 500.000, lalu uang tersebut didiamkan selama beberapa lama, tidak akan mengurangi jumlah uang itu. Ini yang selama ini tidak dipahami masyarakat, sehingga menganggap koperasi itu bukan sebuah lembaga keuangan kompetitif dan strategis dalam simpan pinjam,” terang Abdul Jaelani, petugas Koperasi Sudara Indra, yang menjalankan program Tabur Puja Yayasan Damandiri kepada Posdaya di wilayah Jakarta Selatan III.
Koperasi adalah lembaga keuangan yang menyasar pinjaman masyarakat untuk tingkatan mikro. Di tingkatan inilah koperasi berkembang dan bisa menjadi besar. Selain itu, dengan memberdayakan sektor mikro ini juga bisa berimplikasi pada pengembangan aspek pemberdayaan lainnya. Dalam hal ini, Tabur Puja Yayasan Damandiri memiliki empat aspek pembangunan dari Pendidikan, Kesehatan, Wirausaha dan Lingkungan hidup.
“Untuk Tabur Puja ini, minimal kami memberikan pinjaman sebesar Rp. 2.000.000. Bagaimana jika anggota atau peminjam butuh dana lagi? Itu ada penilaiannya lagi. Semisal dalam Tabur Puja, khususnya yang diterapkan di Posdaya Jingga ini, jika ada anggota dengan pinjaman awal Rp. 2.000.000 ingin menambah kreditnya, ia diwajibkan memiliki tabungan di koperasi sebesar Rp 250.000 dan sudah melakukan angsuran sebanyak 6x atau 6 bulan. Jika sudah memenuhi syarat tersebut, ia diperkenankan melakukan pelunasan dini akan pinjaman sebelumnya, yang kemudian dinaikkan batas pinjamannya menjadi Rp.  2.500.000,” lanjut Jay, menerangkan.
Jaelani kembali menambahkan, saat anggota tersebut sudah disetujui melakukan peminjaman kembali melalui mekanisme pelunasan dini, untuk cicilan selanjutnya ia terbebas dari biaya jasa Koperasi sebesar Rp. 30.000. 
“Mekanisme ini berlaku untuk semua yang berada di bawah Yayasan Sudara Indra, melalui program Tabur Puja Yayasan Damandiri yang kami jalankan di lingkungan Posdaya. Dan, mekanisme seperti ini sudah banyak dilakukan di Posdaya Jingga selama ini. Makanya, menurut saya perkembangan simpan pinjam Tabur Puja di sini sangat bagus, baik dari peminjaman sampai pembayaran cicilannya,” pungkas Jay.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...