Puskesmas Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Mendata Keluarga Sehat

SELASA 6 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) rawat inap Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan melakukan pendataan keluarga sehat di setiap desa yang tersebar di seluruh kecamatan tersebut. Pendataan keluarga sehat tersebut menurut Husniati selaku koordinator pendataan keluarga sehat mendampingi kepala Puskesmas rawat inap Penengahan, Herwin,SKM dilakukan meliputi pendataan kesehatan setiap anggota keluarga tanpa terkecuali untuk mengetahui riwayat penyakit, pola perilaku hidup sehari hari berkaitan dengan pola makan.
Pendaftaran pasien di Puskesmas Kecamatan
Pendataan juga meliputri  perilaku sehari hari keluarga bahkan terkait kepemilikan fasilitas sanitasi keluarga di antaranya jamban, tempat mandi serta lingkungan tempat tinggal. Pendataan yang dilakukan dalam kurun waktu beberapa bulan menjelang akhir tahun ini dipastikan sudah mendata sekitar 1.702.000 jiwa yang ada di beberapa desa.
Menurut Husniati melibatkan beberapa petugas kesehatan yang ada di Puskesmas rawat inap Penengahan meliputi bagian promosi kesehatan (Promkes), bagian Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KIA-KB), bagian kesehatan lingkungan (kesling), bagian pencegahan penyakit (PP) serta melibatkan unsur kader posyandu dan kader kesehatan yang ada di setiap desa. Berbagai unsur tersebut dikerahkan untuk melakukan proses pencatatan, penyuluhan, pendampingan kepada setiap keluarga sehingga pada akhirnya pendataan keluarga sehat bisa mencapai sasaran utama untuk mengetahui tingkat kesehatan setiap keluarga.
“Berbagai kriteria penilaian kita lakukan dengan tujuan mengetahui tingkat kesehatan setiap anggota keluarga karena dengan kesehatan setiap anggota keluarga maka akan diketahui kesehatan setiap desa hingga tingkat provinsi,”terang Husniati selaku koordinator bagian pendataan keluarga sehat yang didampingi Ani Sukartinah dari bagian gizi Puskesmas rawat inap Penengahan saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (6/12/2016).
Selain pendataan  berbagai penyuluhan, motivasi dan implementasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga langsung diberikan kepada masyarakat selama kegiatan pendataan berlangsung. Husniati bahkan mengungkapkan dengan adanya pendataan keluarga sehat maka akan diketahui beberapa persoalan kesehatan setiap anggota keluarga di antaranya penyakit tertentu untuk memudahkan penanganan lanjutan bagi setiap keluarga. Selain itu menghadapi musim hujan yang masih akan berlangsung hingga akhir Desember ini penyuluhan terkait kemungkinan penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) juga dilakukan oleh bagian promosi kesehatan dengan melakukan upaya kebersihan lingkungan.
Meski ditargetkan bisa mendata semua desa dari sekitar 27 desa di Kecamatan Penengahan, namun hingga minggu pertama bulan Desember petugas pendataan kesehatan masih mendata beberapa desa. Beberapa desa tersebut di antaranya yang sudah masuk pendataan keluarga sehat meliputi Desa Tanjung Heran sebanyak 252.000 jiwa, Desa Kuripan sebanyak 664.000 jiwa, Desa Banjarmasin sebanyak 542.000 jiwa, Desa Pisang sebanyak 244.000 jiwa.
Sementara puluhan desa lain yang akan dilakukan pendataan menyusul pada tahun 2017 secara bertahap. Setelah data terkumpul dengan temuan temuan berbagai persoalan terkait kesehatan setiap keluarga maka data tersebut akan dikumpulkan ke kabupaten untuk mengetahui jumlah data keluarga sehat yang ada di Lampung Selatan.
Sementara itu salah satu anggota tim dari bagian gizi, Ani Sukartinah, mengungkapkan pendataan keluarga sehat tersebut sangat penting untuk mengetahui tingkat kesehatan masyarakat. Berawal dari kesehatan by name (pernama) maka akan diketahui tingkat gizi sesorang dalam keluarga baik tingkat anak anak hingga orang dewasa. Hasil dari pendataan tersebut sekaligus akan memudahkan petugas kesehatan di tingkat desa termasuk kader untuk melakukan berbagai upaya penanganan kesehatan termasuk memberikan asupan gizi bagi anak anak dan ibu hamil (bumil) jika sebuah desa memiliki tingkat kesehatan yang belum sesuai standar.
“Meski namanya pendataan keluarga sehat namun temuan adanya keluarga yang kekurangan gizi atau mengalami penyakit tertentu tetap akan kita laporkan untuk penanganan lanjutan dan juga masukan bagi setiap desa misal tidak memiliki jamban maka jadi tenggungjawab setia desa,” terang Ani.
Selain melakukan pendataan keluarga sehat puskesmas rawat inap yang baru saja menjalani proses akreditasi tersebut terus melakukan peningkatan pelayanan. Pengoptimalan pelayanan kesehatan puskesmas rawat inap tersebut dilakukan dengan berbagai cara, seperti  fasilitas kesehatan yang rusak mulai diganti. Selain itu kawasan bebas rokok yang ada di area Puskesmas juga menjadikan puskesmas tersebut lebih baik sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain di puskesmas, pelayanan hingga tingkat desa dilakukan dengan melakukan pelayanan posyandu di setiap desa khususnya bagi balita serta ibu hamil dan juga melakukan penyuluhan terkait pola hidup bersih dan sehat melibatkan kader kader kesehatan untuk menjangkau wilayah yang tidak memiliki petugas kesehatan di desanya.
Husniati koordinator pendataan keluarga sehat Puskesmas Penengahan.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...