JUMAT 16 DESEMBER 2016
LOMBOK TENGAH––Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah penghasil lobster terbesar di Indonesia dan telah banyak diseludupkan secara illegal ke sejumlah negara, salah satu Vietnam yang sama sekali tidak memiliki lobster. Kini Vietnam begitu kaya dan memiliki banyak lobster karena banyak mendapatkan dari Indonesia, terutama Pulau Lombok.
![]() |
| Aparat keamanan bersama petugas balai karantina ikan mataram saat memperlihatkan bibit lobster yang berhasil diamankan di Lombok Internasional beberapa waktu lalu. |
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sekitar enam puluh sampai tujuh puluh ribu lobster yang dimiliki Vietnam sekarang ini didapatkan dari Pulau Lombok yang dikirim dan diperjual belikan secara illegal oleh para penadah atau pengepul tidak bertanggung jawab.
“Hasil penelusuran KKP, enam puluh sampai tujuh puluh ribu lobster dimiliki Vietnam berasal dari Lombok, Negara tidak memiliki potensi lobster, tapi menguasai banyak lobster,” kata Menteri KKP, Susi Pudjiastuti saat meninjau pelabuhan ikan Teluk Awang, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (15/12/2016).
Besarnya potensi lobster Pulau Lombok yang dibawa dan diseludupkan secara illegal ke sejumlah Negara juga terlihat dari banyaknya hasil penangkapan yang dilakukan KKP terhadap penyeludupan Lobster di sejumlah bandara seperti Lombok Internasional Airpot (LIA), Bandara Batam dan Sukarno Hatta yang nilainya mencapai puluhan miliar.
Bibit lobster hasil tangkapan petugas KKP bersama aparat keamanan lain sendiri telah dilepas kembali untuk bisa berkembang biak besar. Ia pun meminta kepada para nelayan supaya hanya menangkap lobster besar, sementara untuk lobster ukuran kecil dilepas kembali
“Kita bukan melarang menangkap lobster, silahkan saja, hanya saja yang ditangkap lobster besar, yang tidak diperbolehkan hanyalah lobster dengan berat di bawah 200 gram, biarkan besar dan berkembang biak supaya tidak mengalami kepunahan.”
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi