Pertumbuhan Ekonomi Papua Naik Signifikan

RABU 14 DESEMBER 2016

JAYAPURA — Pertumbuhan ekonomi di Bumi Cenderawasih tumbuh signifikan di triwulan tiga tahun ini. Pertumbuhan ini dipersentasekan sebesar 9,2 hingga 9,7 persen yang paling menonjol pada sektor pertambangan di Papua maupun Papua Barat. 
Pertemuan tahunan Bank Indonesia bersama perbankan dan muspida Papua
“Pada triwulan tiga 2016 ekonomi Papua tumbuh positif 20,65 persen. perekonomian ini tak terlepas dari pengaruh sektor tambang tumbuh 42,25 persen,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Papua,
Joko Supratikto dalam sambutannya di pertemuan tahunan Bank Indonesia bersama perbankan dan muspida Papua dalam kegiatan dengan tema mengoptimalkan potensi, memperkuat resiliensi, Rabu (14/12/2016).  Inflasi di Papua pada November, lanjut Joko mencapai level 3,73 persen dimana angka ini yang masih relatif terkendali minimalnya tekanan inflasi komponen volatile foods dan administered prices.
“Kami perkirakan inflasi Papua dikisaran 3,5 – 4,0 persen. Tahun 2017 diperkirakan pada interval 4,0 – 4,5 persen dengan kecenderungan bias ke atas,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi ini diperlukan peran serta seluruh pihak di seluruh daerah, yang mana provinsi Papua merupakan yang terluas di Indonesia dengan sarana prasarana masih sangat terbatas. Dari 29 kabupaten kota, lanjutnya saat ini telah terbentuk 13 Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) antara lain satu TPID Provinsi dan 12 TPID tingkat kabupaten kota di Papua.
“Realisasi inflasi akan lebih rendah jika TPID dapat menjalankan peran secara optimal dalam memitigasi risiko inflasi yang ada,” tuturnya. 
Ditambahkannya lagi pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,0 persen lebih rendah dari capaian petumbuhan ekonomi global dalam perkembangannya belum tumbuh solid, dimana pemulihan ekonomi Eopa dan Jepang juga belum kuat.Bahkan, menurutnya hasil referendum Brexit yang membawa Inggris keluar dari zona ekonomi Eropa yabg berpotensi menurunkan prospek ekonomi Eropa dalam jangka menengah.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Indrayadi T Hatta
Lihat juga...