Komisi IV DPR RI Salurkan Bantuan 13 Ekor Sapi Indukan di Gunungkidul

RABU 14 DESEMBER 2106

YOGYAKARTA — Guna meningkatkan produksi sapi potong indukan dan populasi sapi potong yang berdampak kepada meningkatnya kesejahteraan peternak, Komisi IV DPR RI menyalurkan bantuan sapi indukan kepada 8 Kelompok Peternak Sapi, di Dusun Nglebak, Katongan, Nglipar, Gunungkidul, Rabu (14/12/2016).
Meninjau sapi indukan bantuan Kementan.
Warga kelompok ternak sapi indukan Dusun Nglebak, akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, bantuan sapi indukan sebanyak 13 ekor yang sebelumnya sempat dikhawatirkan gagal, kini bisa disalurkan. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Pendopo Rumah Aspirasi Titiek Hediati Soeharto, yang pada hari ini pula diresmikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut.
Titiek mengatakan, bantuan 13 ekor sapi indukan untuk 8 kelompok peternak di Dusun Nglebak, sebelumnya memang sempat dikhawatirkan gagal, karena keterbatasan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan). Namun dengan berbagai upaya, melalui Jalur Aspirasi Titiek Soeharto, bantuan 13 ekor sapi indukan kepada 8 kelompok peternakan sapi Dusun Nglebak bisa disalurkan.
Menurut Titiek, selama ini memang tidak semua kelompok peternakan bisa mendapatkan bantuan tersebut. Selain adanya berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, juga ada keterbatasan anggaran yang harus dialokasikan oleh Kementan.
“Namun, saya sebagai anggota dewan dipercaya untuk merekomendasikan calon kelompok penerima bantuan atau yang lebih dikenal dengan jalur aspirasi. Ini karena sebagai wakil rakyat di daerah, kami lebih memahami dan mengenal masyarakat di daerah,” jelasnya.
Titiek mengatakan lagi, delapan kelompok penerima bantuan sapi indukan telah melalui koordinasi bersama anggota dewan Fraksi Partai Golongan Karya baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan dinas peternakan setempat. Sehingga, 8 kelompok penerima bantuan sapi indukan dari anggaran tahun 2016 itu telah melalui seleksi dan verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul.
Penyerahan simbolis bantuan sapi indukan .
Dijelaskan Titiek pula, pemberian bantuan sapi indukan merupakan program Peningkatan Produksi Ternak Kementerian Pertanian melalui penambahan sapi indukan. Tujuannya untuk meningkatkan produksi sapi potong indukan, meningkatkan populasi sapi potong dan meningkatkan skala usaha peternak.
“Adapun sasarannya untuk meningkatkan jumlah kebuntingan sapi potong dan meningkatkan jumlah kelahiran sapi potong, yang pada ujungnya meningkatkan skala usaha peternak sapi pada kelompok terpilih,” jelasnya.
Menurut Titiek, dalam program tersebut Kementan menargetkan adanya kebuntingan sapi minimal 20 persen di akhir tahun berjalan ini, dan kelahiran sapi minimal 50 persen dalam waktu 2 tahun.  Sehingga, dampak yang diharapkan adalah meningkatnya usaha peternakan sapi kelompok penerima.
Diakui Titiek, untuk mencapai tujuan itu memang akan ada beberapa kendala seperti ketersediaan pakan, vitamin, keberhasilan program inseminasi buatan (IB) maupun kawin alami dengan pejantan, kesehatan induk dan anakan serta berbagai kendala lainnya. Selain itu, usaha pembibitan sapi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai keuntungan jika dibanding usaha penggemukan yang hanya dalam waktu 3-4 bulan sudah bisa dijual.
Usaha pembibitan memerlukan waktu setidaknya 2 tahun untuk bisa melihat hasilnya, sehingga diperlukan ketekunan, kecermatan berhitung biaya pakan, biaya pemeliharaan, biaya kesehatan, dan tingkat keberhasilan kelahiran anak sapi, sehingga peran dinas peternakan, penyuluh, dan petugas kesehatan hewan menjadi sangat penting.
“Karena itu, saya berpesan, setelah diberikannya bantuan ini, Dinas Peternakan harus melakukan pembinaan dan monitoring, dibantu anggota dewan kabupaten,” ungkapnya.
Titiek berharap, penerima bantuan ini dapat membuktikan jika program bantuan sapi indukan tersebut memang baik dan perlu sehingga bisa dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. 
“Seluruh program bantuan ini menggunakan APBN, uang rakyat, sehingga kewajiban kita semua untuk menggunakan dan mengawasi pelaksanaannya sebaik-baiknya. Jika ada persolaan, bisa disampaikan melalui anggota dewan setempat, untuk disalurkan ke dinas peternakan dan akan saya komunikasikan ke Kementrian Pertanian,” tegas Titiek.
Penyerahan simbolis bantuan 13 ekor sapi indukan kepada 8 kelompok pertanian di Dusun Nglebak, dihadiri Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul, Khrisna Berlian, Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul, Sugiyarto, anggota DPRD DIY Fraksi Golongan Karya, Slamet, DPRD Gunungkidul, Sarjono, Camat Nglipar, Sabarisman, dan sejumlah muspika.
Dalam peninjauan lokasi kandang sapi kelompok penerima bantuan sapi indukan, Titiek Soeharto juga menyempatkan diri meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelompok Wanita Tani Anisa Karya dusun setempat, dan pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat dusun setempat.
Peresmian Rumah Aspirasi Titiek Soeharto.
 Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Koko Triarko
Lihat juga...