Personil Gabungan Siaga Jaga Unjuk Rasa Warga Terdampak Tol Sumatera

KAMIS 8 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Personil gabungan disiagakan di Polsek Penengahan dalam upaya pengamanan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan masyarakat terdampak Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Dusun Cimalaya Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Unjuk rasa yang dilatarbelakangi ketidakpuasan warga yang hingga kini belum menerima uang ganti rugi lahan tol Sumatera dengan kasus kepemilikan lahan yang hingga kini masih sampai di pengadilan.
Apel pasukan polres lampung selatan dalam unjuk rasa warga terdampak tol Sumatera.
Menurut Kepala bagian operasional (Kabagops) Polres Lampung Selatan Kompol M Reza Cas SIK aksi unjuk rasa yang akan digelar pagi ini oleh ratusan masyarakat tedampak tol tersebut akan mendapat pengamanan dari beberapa personil polisi untuk mengantisipasi hal hal tak diinginkan.
“Seluruh personil dipersilakan menempati posisi masing masing sesuai tugas dan fungsi untuk kegiatan unjuk rasa warga dan diharapkan aksi unjuk rasa berjalan sesuai dengan kesepakatan untuk tertib,” ungkap Kabagops Polres Lampung Selatan Kompol M Reza Cas SIK mendampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra,Kamis (8/12/2016)
Sebelum kegiatan pengamanan warga Tol Trans Sumatera di Dusun Cimalaya tersebut dipersiapkan oleh Polres Lampung Selatan dengan menggelar apel kesiapan pasukan di halaman Polsek Penengahan. AKP Mulyadi Yakub Kapolsek Penengahan yang hadir dalam apel persiapan tersebut juga ikut mempersiapkan seluruh personil Polsek berikut kendaraan operasional untuk aksi unjuk rasa.
Pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh personil gabungan Polres Lampung Selatan tersebut menurut Kompol Kompol M Reza Cas SIK. terdiri dari satuan Intel, Reskrim,satuan narkoba, baoop, bimas, Polsek Penengahan,KSKP Bakauheni,anggota satuan lalu lintas,Sabhara dan Propam dari Polres Lampung Selatan. Jumlah personil yang nyaris mencapai 100 orang berpakaian dinas dan sipil melakukan tugas sesuai sprin Kapolres bernomor sprin/1538/XII/2016 tertanggal 7 Desember 2016.
Personil gabungan rencananya akan mengamankan aksi warga yang direncanakan akan melakukan blokade di titik lahan warga yang hingga kini belum mendapat uang ganti rugi terkait Tol Trans Sumatera. Aksi tersebut bahkan direncanakan akan menghentikan aktivitas pengerjaan tol yang memasuki tahap land clearing dan pembangunan bagian tol di lokasi tanah warga.
Personil lalu lintas ungkap kabagops dipersiapkan untuk menghindari aksi warga memblokade jalan lintas Sumatera karena lokasi lahan warga yang berada dekat dengan Jalan Lintas Sumatera di Kampung Jering Desa Bakauheni. Pantauan Cendana News personil Sabhara dengan menggunakan kendaraan pengendali massa (Dalmas) sudah bergerak ke lokasi unjuk rasa.
Sementara itu Sugiyono kordinator lapangan aksi unjuk rasa warga mengaku akan melakukan aksi dengan tertib. Ia mengaku aksi dilakukan sebagai puncak kekecewaan warga yang hampir selama satu tahun belum menerima uang ganti rugi meski berbagai proses telah dilalui.
Kepemilikan lahan yang diduga tumpang tindih mengakibatkan status tanah terdampak tol tersebut diklaim pihak lain yang juga mengklaim memiliki tanah tersebut. Sebelumnya warga telah mengadukan persoalan tersebut ke ombudsman, Kementerian Agraria, Bupati Lampung Selatan, DPRD Lampung Selatan dan beberapa instansi terkait meski hasilnya warga belum menerima uang ganti rugi tersebut.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...