KAMIS 8 DESEMBER 2016
BANJARBARU- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meresmikan Kebun Raya Banua seluas 100 hektare yang terletak di komplek perkantoran Pemprov Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (8/12/2016). Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Selatan, Ngadimun, Kebun Raya Banua merupakan kebun raya keenam yang diresmikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
![]() |
| Sudut Kebun Raya Banua. |
Pembangunan Kebun Raya Banua sejatinya dirintis pada 2013 lalu dengan modal awal Rp 1,6 miliar. Ngadimun mengatakan, konsep Kebun Raya Banua berfungsi sebagai wahana pariwisata berbasis riset ilmu pengetahuan dan konservasi. Pihaknya sudah menanam aneka jenis tumbuhan obat-obatan, aroma terapi, dan flora endemik asal Kalimantan Selatan.
“LIPI minta cepat diresmikan. Kebun Raya Banua menjadi tempat yang bisa memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi masyarakat,” kata Ngadimun di sela peresmian Kebun Raya Banua.
Saat ini, pengelola Kebun Raya Banua baru memanfaatkan area seluas 40 hektare dari 100 hektare lahan yang tersedia. Selain ditanami tumbuhan, menurut Ngadimun, pengelola kebun juga membangun berbagai sarana pendukung lainnya seperti jogging track, gazebo, dan infrastruktur lain. Pantauan Cendana News, jalan akses di Kebun Raya Banua pun belum diasapal mulus. Ngadimun berkomitmen terus mempercantik tampilan Kebun Raya Banua pada tahun-tahun mendatang.Ngadimun sudah menganggarkan belanja modal dalam APBD 2017 sebanyak Rp15 miliar untuk melengkapi sarana dan prasarana Kebun Raya Banua.
“Saya harap pemerintah pusat terus mengucurkan bantuan untuk melengkapi saran Kebun Raya Banua. Tahun 2017 ada pengerjaan embung, kolam, dan jaringan listrik,” ujar Ngadimun.
Ngadimun berencana mengutip duit karcis setelah ada peraturan daerah yang mendasari. Sementara ini, Pemerintah Kalimantan Selatan masih menggratiskan kunjungan ke Kebun Raya Banua. Ngadimun berharap Kebun Raya Banua bisa mendatangkan pendapatan daerah melalui penjualan karcis dan penyewaan stan penjualan.
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, berkomitmen membangun Kebun Raya Banua seiring fungsinya sebagai konservasi dan pariwisata. Ia berharap Kebun Raya Banua berimplikasi luas terhadap masyarakat agar terlecut menanam pohon di lingkungan sekitar. “Minimal PNS terdorong untuk menanam, menanam dan menanam. Satu pohon sama dengan sedekah, luar biasa artinya,” ujar Sahbirin.
Ia pun meminta setiap kabupaten/kota se-kalimantan Selatan mencontoh komitmen Kebun Raya Banua. Menurut dia, kondisi bumi yang semakin gerah perlu diimbangi dengan upaya penghijauan lingkungan.
“Kalau enggak bisa bangun kebun raya, minimal bangun kebun rakyat lah. Setiap kantor SKPD harus ada penghijauan. Menanam dan menanam untuk anak cucu,” katanya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Banua, Agung Sriyono, mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum membantu pendanaan lewat APBN 2015 dan 2016 dengan total Rp20 miliar. Bantuan dana dibuat membangun gedung pusat informasi, taman aromatik, dan pintu gerbang utama.
Menurut Agung, konsep Kebun Raya Banua dibagi kedalam beberapa zona berdasarkan jenis tanaman, seperti zona tumbuhan obat, bunga, buah-buahan, dan pohon tegakkan.
“Kami harap pemerintah pusat masih memberikan dana bantuan pada 2017 karena masih banyak yang harus dibenahi. Kami ingin Kebun Raya Banua sebagai tempat konservasi tumbuhan endemik Kalimantan,” kata Agung.
Pihaknya sudah menjalin kerjasama pengelolaan dengan Kebun Raya Banua dan LIPI. Kerja sama menyangkut manajemen pengelolaan yang profesional bagi Kebun Raya Banua. Di Indonesia, Agung mengklaim, Kebun Raya Banua paling cepat diresmikan setelah dirintis pada 2013 lalu.
“Kami sudah mengunjungi Kebun Raya Bogor pada 19 November lalu. Kami ingin menyerap ilmu apa-apa saja yang bisa diaplikasikan di sini,” kata Agung.
![]() |
| Kepala Balitbangda Kalimantan Selatan, Ngadimun saat peresmian Kebun Raya Banua. |
Jurnalis: Diananta P. Sumedi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Diananta P. Sumedi
