Peringati Hari Anti-Korupsi, MCW Selenggarakan Festival Malang Anti-Korupsi

KAMIS, 8 DESEMBER 2016

MALANG—Dalam rangka memperingati Hari Anti-Korupsi yang jatuh tiap 9 Desember, Malang Corruption Watch (MCW) bersama Komunitas Kalimetro menggelar acara Festival Malang Anti-Korupsi untuk pertama kalinya. Festival yang dihelat di Wisma Metro Jalan Joyosuko Metro kota Malang ini rencananya akan berlangsung tiga hari (8-10/12/2016).

Suasana diskusi mengenai korupsi yang dihelat Malang Corruption Watch (MCW) bersama Komunitas Kalimetro.

“Setiap tahunnya kita rutin memperingati Hari Anti-Korupsi, tapi untuk acara seperti festival baru pertama kali diadakan,” jelas Wakil Koordinator Acara, Hasyik, kepada Cendana News, Kamis (8/12/2016).
Ia menyampaikan, tema yang diangkat pada gelaran festival anti-korupsi tahun ini adalah Kita Bergerak, Kita Melawan, Kita Menang.

“Dengan mengangkat tema tersebut kami ingin Festival Malang Anti-Korupsi bisa menjadi  media kampanye sekaligus bentuk perlawanan terhadap praktik korupsi yang terjadi di kota Malang,” ucapnya.

Menurutnya, di kota Malang sendiri sebenarnya masih banyak kasus korupsi yang belum ditangani secara serius. Hal tersebut dikarenakan orang-orang yang terlibat dalam lingkaran yang terindikasi kasus korupsi  memiliki pengaruh dan kaki politik yang sangat kuat.

“Seandainya saja penegak hukum di Malang bisa lebih serius dan tegas, kasus-kasus korupsi di kota Malang pasti akan terungkap,” ujarnya. Oleh karena itu, lanjutnya, saat ini untuk kasus-kasus korupsi yang dianggap besar dan potensial, langsung dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lebih lanjut Hasyik menyampaikan, dengan adanya kegiatan festival anti-korupsi seperti ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mengetahui di kota Malang ada gerakan anti-korupsi.

“Kegiatan ini juga sebagai langkah mengkampanyekan gerakan anti-korupsi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Disebutkan pula, dalam acara ini juga dihelat orasi dan diskusi, galeri foto, bedah buku, pagelaran sastra, dan konser musik.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Lihat juga...