Pameran Arsitektur di ITS Surabaya, Upaya Menggairahkan Mahasiswa Arsitektur

RABU, 21 DESEMBER 2016

SURABAYA— Terhitung mulai hari ini, Rabu (21/12/2016) mahasiswa desain arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar pameran Purwarupa Studio Arsitek yang bertajuk Pameran Liman. Berakhir pada Jumat mendatang, pameran yang baru diadakan kali pertamanya ini diharapkan mampu memicu semangat berarsitektur para mahasiswa khususnya desain arsitektur. 
Pengunjung antusias mengamati hasil karya arsitektur yang dipamerkan.
Hal itu diungkapkan Wawan Ardiyan ST., MT., Koordinator Dosen Pembimbing Mata Kuliah Desain Arsitektur, saat ditemui usai acara pembukaan pameran. “Ini sebagai momentum menggairahkan semangat berarsitektur para mahasiswa. Selain itu, pameran ini juga sebagai wujud apresiasi untuk karya mahasiswa yang telah menciptakan sebuah karya arsitektur berdasarkan kemampuannya masing-masing,” katanya.
Hasil akhir dari pameran ini, sambung Wawan, nantinya akan dibuat satu buah buku terkait desain arsitektur. Isi dari bukunya tidak lain adalah hasil karya dari mahasiswa yang ikut dalam pameran ini. Sedangkan, untuk menambah bobot buku yang nanti akan dibuat, Wawan mengaku akan ada penilaian dari pihak luar, selain dosen pembimbing, yakni para profesional arsitek juga. 
“Di buku yang akan dibuat nanti harapannya akan ada juga komentar-komentar dari juri dan para profesional arsitek, untuk menambah bobot dari bukunya,” terang dosen Laboratorium Lansekap Departemen Arsitektur ITS ini. 
Wawan menegaskan, buku yang akan dibuat sifatnya untuk tujuan dokumentasi bagi angkatan-angkatan selanjutnya. “Nanti saat ada angkatan baru, buku ini bisa menjadi nilai tambah wawasan bagi mereka,” tandasnya.
Selain itu, imbuh Wawan, acara pameran yang memerlukan waktu satu bulan untuk persiapan ini juga bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada angkatan-angkatan yang ada di atas peserta pameran kali ini. “Pesertanya ini dari angkatan yang paling bawah, yakni Angkatan 2015. Jadi, Angkatan 2014, 2013, 2012, agar juga bisa melihat, bahwa adik kelas saja bisa membuat desain dan acara seperti ini, kenapa mereka tidak?,” katanya.
Wawan Ardiyan ST., MT.,  bersama peserta pameran.
Wawan dalam keterangannya juga memberikan pengetahuan terkait tiga aspek penting dalam desain arsitektur. Pertama, perilaku, artinya arsitek itu harus bisa membaca perilaku pengguna. Kedua, terkait respon terhadap iklim, yaitu masalah panas dan hujan. Ketiga, masalah ide bentuk desain. “Apapun gaya yang akan dipakai arsitek dalam merancang sebuah desain, tiga aspek itu harus benar-benar diperhatian,” tutupnya.
Pameran diikuti 113 peserta dari mahasiswa desain arsitektur. Masing-masing peserta memamerkan karya terbaiknya terkait desain studio arsitek. Nantinya akan ada penilaian dari dewan juri dan akan memilih tiga karya terbaik. Pada acara puncaknya, Jumat (23/12/2016), nanti, akan ada talkswho bersama pembicara dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), Yuli Kalson Sagala, ST. IAI. Dalam acara puncak ini akan ada pemaparan terkait tips bagaimana seorang mahasiswa dapat memulai bisnis arsitektur sejak dini.

Jurnalis : Nanang WP / Editor : Koko Triarko / Foto : Nanang WP

Lihat juga...