Operasi Pekat Polres Lampung Selatan Jaring Berbagai Pelaku Kejahatan

JUMAT, 16 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Cipta kondisi menjelang persiapan kegiatan Natal dan tahun baru, Polres Lampung Selatan menggelar kegiatan Operasi penyakit masyarakat (pekat) Krakatau 2016 selama beberapa pekan. 
Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian
Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Rizal Effendi mendampingi Kapolres, AKBP Adi Ferdian Saputra menyebutkan, sasaran operasi pekat Pekat diantaranya prostitusi, peredaran Miras dan penyakit masyarakat lainnya. Di antaranya, fokus pada penertiban penjualan minuman keras baik di kalangan pedagang, distributor maupun produsen, terutama miras oplosan yang beredar di masyarakat.
Fokus pada pemberantasan minuman keras miras bahkan disertai dengan penyalahgunaan narkotika karena seringkali menjadi penyebab berbagai macam tindak kejahatan. Salah satu keberhasilan Polsek Penengahan bahkan berhasil mengamankan beberapa jerigen minuman tradisional jenis tuak sebanyak 80 liter dari penjual di wilayah Penengahan.
Dalam operasi pekat cipta kondisi tersebut bahkan tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Selatan (Lamsel) dan Polsek Penengahan berhasil menangkap lima pelaku penjambretan dan penodongan di Jalur Lintas Sumatera.
Kasat Reskrim Polres Lamsel, Ajun Komisaris Rizal Effendi mengatakan, penangkapan lima orang tersangka pelaku tindak kriminalitas tersebut berdasarkan laporan warga.
Pada laporan pertama, kata Rizal Effendi, laporan dari korban benama Nur Aisah. Korban dijambret pada Oktober lalu. Korban yang mengendarai mobil, saat itu sedang berhenti di Desa Hatta.
“Tiba-tiba, pelaku datang menodongkan senjata tajam. Pelaku mengambil tas korban yang berisi uang tunai Rp 1 juta dan ponsel serta BPKB mobil,” kata Rizal Effendi, Jumat  (16/12/2016).
Kedua, lanjut Rizal, korban bernama Teguh Sri Nugroho melapor pada 6 Desember lalu. Korban dijambret saat mengendarai motor di Jalinteng. Korban sempat mengejar pelaku. Tetapi malah, korban dicegat tiga pelaku kejahatan lain, yang menodongkan senjata tajam.
“Korban yang takut karena ditodong senjata tajam, kemudian melarikan diri meninggalkan sepeda motor miliknya,” ungkap Rizal Effendi.
Sedangkan, laporan tindak kejahatan ketiga disampaikan korban bernama Riki Ferdian. Ia bersama temannya ditodong pelaku, yang kemudian membawa kabur sepeda motor korban.
Beberapa pelaku kejahatan yang ditangkap tersebut ungkap Rizal Effendi merupakan langkah Polres Lampung Selatan yang menerima beragam laporan terkait ketidaknyamanan pengguna jalan lintas Sumatera yang melintas. Pengguna kendaraan terutama truk bahkan mengaku kerap menjadi korban pemalakan sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung terutama pada malam hari.
“Sebagian pelaku sudah kita amankan harapannya pengendara kendaraan tak perlu kuatir melintas bahkan saat malam hari saat arus liburan Natal tahun ini,”ungkapnya.
Mapolres Lampung Selatan
Berdasarkan penelusuran polisi dari hasil tes urine para pelaku dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu. Diduga pemakaian tersebut memberi dampak psikologis keberanian untuk mengancam atau melakukan tindakan kejahatan.
Selain itu beberapa pelaku tindak kejahatan yang ditangkap merupakan para pelaku kambuhan yang telah menjalani masa hukuman di penjara dan kembali mengulang perbuatannya.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...