SENIN, 19 DESEMBER 2016
LAMPUNG — Menjelang libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 tingkat hunian (okupansi) pada sejumlah hotel dan penginapan di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Tanggamus meningkat hingga 65 persen. Peningkatan tingkat hunian tersebut, menurut salah satu petugas Hotel Beringin Kalianda, rata-rata dilakukan para wisatawan yang akan menikmati suasana malam pergantian tahun baru di tempat yang baru, d iantaranya di sejumlah tempat wisata di Kabupaten Lampung Selatan. Seperti Gunung Anak Krakatau atau hanya menginap di Pulau Sebesi. Ramlan, resepsionis di Hotel Beringin Kalianda, mengungkapkan, pada akhir Desember 2016, tercatat sudah ada beberapa kamar yang dipesan (reservasi) dengan sistem online atau melalui telepon. Beberapa merupakan wisatawan luar daerah yang tak ingin kehabisan kamar untuk menginap.
![]() |
| Salah satu hotel di Jalan Lintas Sumatera. |
Ramlan mengakui, meski sudah dipesan beberapa wisatawan, ia mengaku, dibanding tahun lalu terjadi penurunan pemesanan kamar hotel. Penurunan tersebut, terlihat dari jumlah pesanan yang sudah banyak pada minggu kedua bulan Desember. Namun, pada tahun ini pesanan kamar pada minggu yang sama masih terbilang sedikit. Salah satu faktor yang menurut Ramlan menjadi penyebab menurunnya pemesan di antaranya banyak hotel lain yang berada di dekat kawasan wisata sehingga banyak pemesan hotel yang memilih hotel lain.
“Tetap ada yang memesan kamar dengan persentase kenaikan dibanding hari biasa meningkat sekitar 65 persen. Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, mungkin menurun sekitar 20 persen,” ungkap Ramlan saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (19/12/2016).
Meski cukup menurun, namun Ramlan optimis, pada akhir bulan Desember sekaligus akhir tahun, pemesanan kamar di Hotel Beringin dipastikan meningkat. Ia bahkan mengaku, seperti pada tahun sebelumnya, justru pada detik-detik malam pergantian tahun semua kamar yang semula kosong habis terjual. Selain digunakan para keluarga yang ingin menikmati suasana berbeda menjelang pergantian tahun, sebagian wisatawan sengaja menginap di Hotel Beringin sebagai hotel transit sebelum melanjutkan ke destinasi wisata di tempat lain. Pihak hotel bahkan menyiapkan akomodasi kendaraan khusus untuk mengantar wisatawan mengunjungi lokasi tempat wisata bahari di wilayah pesisir Lampung Selatan.
Tingkat hunian hotel yang meningkat juga diakui Winda, resepsionis di Hotel 21, Gisting, Kabupaten Tanggamus. Kamar hotel dengan konsep keluarga di dataran tinggi tersebut, menurut Winda, mulai banyak dipesan masyarakat yang ingin menikmati suasana malam tahun baru dengan situasi berbeda dengan hawa pegunungan yang sejuk. Winda mengungkapkan, berdasarkan buku kunjungan, sejumlah kamar yang ada sudah dipesan terutama untuk kelas keluarga (family room), deluxe, dan standart. Sebanyak 21 kamar dari berbagai kelas tersebut, menurut Winda, 50 persennya sudah terisi terutama untuk kelas standar dan famili. Ia mengungkapkan, harga pada malam pergantian tahun baru dipatok Rp 990.000 per malam untuk kelas keluarga (family room), Rp 297.000 untuk kelas deluxe, dan Rp 176.000 untuk kelas standar.
Sebagai upaya memberi kenyamanan masyarakat yang menginap di Hotel 21, Gisting, Tanggamus, terutama keluarga, Winda mengakui, Hotel 21 juga akan membagikan terompet, bingkisan, serta makanan istimewa kepada tamu hotel. Beberapa fasilitas seperti kamar mandi di dalam lengkap dengan AC, air panas, serta beberapa kolam renang di depannya, akan memberi kenyamanan bagi tamu khususnya keluarga yang akan merayakan malam pergantian tahun.
“Tamu yang sudah memesan di antaranya justru dari kota karena Gisting kan seperti Bogor, dingin, masih sejuk, dan menjadi pilihan untuk bisa merayakan malam pergantian tahun baru terutama bersama keluarga,” ungkap Winda.
Selain hotel yang sudah mulai banyak dipesan, peningkatan reservasi terhadap penginapan (home stay) di dekat tempat wisata juga mulai meningkat. Dirhamsyah, pemilik Pondok Pulau Kiluan di Kabupaten Tanggamus, mengaku, dari sekitar 15 kamar hingga minggu kedua Desember ini, sudah 10 kamar yang dipesan wisatawan dari Jakarta. Sebagian sengaja ingin menghabiskan malam tahun baru di tempat yang tenang di Pulau Kiluan untuk bisa melihat lumba-lumba dan mengunjungi beberapa spot menarik di Teluk Kiluan.
“Reservasi sudah masuk, tinggal menunggu beberapa kamar yang masih kosong. Mudah-mudahan minggu ketiga akan penuh karena akhir tahun banyak yang ke sini,” ungkap Dirhamsyah.
Ia mengungkapkan, kondisi cuaca yang mulai membaik diharapkan akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Teluk Kiluan dan juga berdampak pada meningkatnya tingkat hunian penginapan.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi