JUMAT 16 DESEMBER 2016
BALIKPAPAN — Aktivitas nelayan Manggar, kawasan Balikpapan Timur berhenti sementara terkait ombak besar dan cuaca buruk yang melanda di kota. Cuaca buruk itu juga disertai angin dan petir.
![]() |
| Kapal Nelayan berhenti sementara karena cuaca buruk. |
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bahtera Manggar, Salamak mengatakan dengan kondisi cuaca buruk ini sementara tidak melaut, namun bagi nelayan yang memiliki kapal besar masih bisa melaut.
“Apabila ombak dan angin besar sekali tak juga melaut, dari pada membahayakan nelayan. Petir juga kami waspadai sudah ada nelayan yang tersambar,” jelasnya saat dihubungi Jumat, (16/12/2016).
Selama 2016 ada dua kasus nelayan tersambar petir, dan tiga orang meninggal. Untuk itu, pihaknya mengusulkan bantuan kepada Pemerintah pengadaan alat penangkal petir bagi kapal nelayan. Hal itu diusulkan agar tidak terjadi lagi.
“Usulan bantuan alat penangkal petir bagi kapal nelayan ini sudah kami sampaikan ke Pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan,” tandas pria berusia 42 tahun ini.
Salamak mengatakan sejak sebulan terakhir ini kesulitan melaut karena cuaca dan gelombang tinggi serta petir.
“Kita kan melaut tapi kalo cuaca lagi ga bagus tiba-tiba datang saat ditengah laut ya, kita pulang lagi,” keluhnya.
Lanjutnya, karena cuaca kurang bersahabat hasil tangkapan juga tidak maksimal sehingga terpaksa berhutang.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti