BANDUNG—Anak dan remaja adalah aset masa depan bangsa yang harus dijauhkan dari perilaku koruptif. Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) menilai seni dan budaya merupakan pendekatan yang efektif untuk menanamkan nilai integritas, termasuk bagi generasi muda.
Latihan Teater Musikal Raksasa di Sabuga.
Karena itu, KPK menggandeng Yayasan Jendela Ide Indonesia untuk menggarap program Community Development dalam bentuk swakelola kelompok masyarakat. Di mana akan menggelar Teater Musikal tentang nilai integritas, berjudul ‘Raksasa-Bisikan Akar Putih dan Pohon Tak Bertepi’ di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 22-23 Desember 2016 mendatang.
Berdasarkan pantauan Cendana News, ratusan anak dan remaja tampak serius menjalani latihan gabungan di Ruang Central Auditorium Hall Sabuga, Kota Bandung, Kamis (15/12/2016). Produser Teater Musikal Raksasa, Andar Manik menyampaikan pementasan ini bertujuan untuk menanamkan 10 nilai integritas. 10 intergritas itu yakni, jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, adil, dan sabar kepada anak-anak dan remaja.
Disampaikan melalui seni, anak dan remaja bisa belajar dengan cara yang imajinatif, ceria, dan partisipatif. “Nilai kebaikan itu harus tersampaikan sejak dini, maka media komunikasinya harus bisa tersampaikan kepada anak-anak dan remaja seperti seni,” ujar Andar.
Dia menambahkan, anak-anak dan remaja pun benar-benar dilibatkan langsung dalam setiap proses produksi pertunjukan. Dimulai dari penciptaan musik, cerita, sampai kebutuhan artistik lainnya.Dalam proses persiapan yang berlangsung selama 4,5 bulan, fasilitator membantu anak-anak untuk memperdalam dan menajamkan gagasan mereka. Hal ini melalui sejumlah pelatihan seperti story telling, olah bunyi, olah rasa, olah gerak, olah rupa, yoga, pemeranan.
“Sehingga, teater musikal ini menjadi sebuah pertunjukan yang diciptakan oleh dan untuk anak-anak serta para remaja,” katanya.
Lebih lanjut, dia sampaikan, akan ada 50 pemain teater dan 60 musisi muda yang terlibat. Selain itu disokong pula oleh tim artistik, tim produksi, tim fasilator dan orang tua. “Dalam seni, ada sebuah transfer nilai, pengalaman, yang bisa direkayasa oleh seni baik yang sifatnya optikal atau auditif,” kata Andar.
Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Sujanarko menyampaikan, pementasan teater adalah langkah yang lebih maju dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan anti korupsi. “Unsur-unsur mulai dari pemain, orang tua, kru produksi, hingga penonton akan mendapatkan edukasi tentang nilai-nilai integritas”, ujar Sujanarko.