Tetesan Air Mata Yatim Piatu di Perbatasan RI-PNG

KAMIS, 15 DESEMBER 2016
 
JAYAPURA — Sejumlah anak yatim piatu bersedih saat menjabat tangan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Yonif 122 Tombak Sakti, usai diberikan tali asih di pintu gerbang perbatasan Republik Indonesia (RI) Papua New Guinea (PNG), Kamis (15/12/2016).

Sejumlah anak yatim piatu menangis di gerbang perbatasan RI-PNG, Kota Jayapura, Papua.

“Tadi diberikan beras, supermi, dan bahan pokok lainnya oleh bapak tentara Satgas Pamtas Yonif 122 Tombak Sakti. Kami tidak tahu kenapa bisa sedih seperti ini. Rasanya seperti bapak yang perhatian kepada anaknya,” kata Nico, salah satu anak panti asuhan Muhammadiyah Jayapura kepada awak media.

Kesedihan ini terlihat pada saat Komandan Satgas Pamtas Yonif 122/TS, Letkol Inf Kohir beserta jajarannya, berdiri sejajar di Skouw, Muara Tami, gerbang perbatasan RI-PNG, menerima jabatan tangan dari puluhan anak-anak yatim piatu tersebut.

Letkol Inf Kohir, selaku Komandan Satgas Pamtas Yonif 122/TS bersyukur, selama kurang lebih lima bulan satuannya bertugas di Bumi Cenderawasih, pihaknya tetap diberikan kelancaran dalam tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI, khususnya di perbatasan RI-PNG.

Tali asih Satgas Pamtas Yonif 122/TS kepada anak panti asuhan Muhammadiyah Jayapura.

“TNI berasal dari rakyat, kita harus melihat kondisi rakyat, termasuk anak yatim piatu yang harus perlu diperhatian. Karena mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Agar mereka dapat beraktivitas tanpa memikirkan dari mana mereka harus memenuhi kebutuhannya,” kata Letkol Inf Kohir.

Sebelum kesedihan itu terlihat, digelar baca doa bersama dan syukuran dalam rangka Hari Juang Kartika 2016 yang dilakukan TNI AD secara serentak seluruh Indonesia dengan berbagai macam kegiatan.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

Lihat juga...