KAMIS, 15 DESEMBER 2016
SUMENEP — Keris hasil karya perajin di Desa Aeng Tong-tong, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rupanya sudah merambah ke pasar internasional. Hal itu terlihat adanya beberapa negara yang sering memesan keris khas daerah ini. Pangsa pasar keris tersebut semakin meluas dan menjanjikan dari semula yang hanya dipasarkan di dalam negeri. Para perajin keris di ujung timur Pulau Madura ini memanfaatkan media sosial dalam memasarkan keris hasil karyanya. Alhasil di era informasi teknologi serba canggih keris itu banyak diketahui masyarakat, baik di dalam negeri sendiri maupun luar negeri. Pesanan keris dari manca negara terus mengalir dengan jumlah yang lumayan banyak. Secara otomatis pendapatan perajin juga mengalami peningkatan.
| Perajin keris di Sumenep menunjukkan kreasi mereka yang sudah merambah pasar luar negeri. |
“Alhamdulillah keris karya perajin di sini sudah banyak dipesan orang luar negeri. Itu menunjukkan jika keris khas daerah ini sangat diminati bukan dalam negeri saja, melainkan juga akan merambah ke pasar internasional. Jika pemasaran ke depan terus meluas ke berbagai negara di luar negeri, secara bertahap perekonomian masyarakat di desa ini akan semakin baik,” kata Zainal (45), salah seorang perajin keris di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Kamis (15/12/2016).
Disebutkan, untuk mendapatkan keris para konsumen terlebih dahulu harus memesan, sebab ketersediaan yang sudah diproduksi perajin belum tentu cocok sesuai keinginan konsumen. Maka para perajin lebih memilih membuat keris yang telah dipesan pembeli, supaya pergerakan modal yang digunakan untuk biaya produksi berjalan lancar.
![]() |
| Keris-keris hasil kerja perajin di Sumenep siap untuk dipasarkan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. |
“Membuat keris tidak mudah, bahkan juga membutuhkan modal yang lumayan besar pula. Maka kebanyakan perajin keris tidak selalu membuat keris sebelum ada pesanan. Kalau membuat duluan ternyata tidak kunjung laku, jelas modal yang kita gunakan tidak berputar, sedangkan pembuatan keris membutuhkan waktu lama,” jelasnya.
Dalam setiap bulannya, pemesan dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Belanda dipastikan ada. Para perajin keris secara berkesinambungan pun memiliki aktivitas setiap hari untuk membuat keris. Apalagi ditambah dengan pesanan konsumen yang dari dalam negeri sendiri juga cukup banyak. Sedangkan untuk harga keris sangat bervariasi, menyesuaikan besar kecilnya serta kerumitan pembuatan keris tersebut. Namun, yang biasa mereka jual setiap satu keris berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 5.000.000.
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul
