Kampung Hijau Posdaya Jingga Hadapi Ulah Usil Oknum

MINGGU, 25 DESEMBER 2016

JAKARTA — Gerakan Kampung Hijau yang digagas Posdaya Jingga melalui koordinatornya, Sumargo, Ketua RT 015, RW 05, Gang Gotong Royong, Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ternyata disikapi oleh segelintir orang dengan anggapan picik.
Batang pohon markisa yang diduga sengaja dirusak oknum
Mereka yang tidak suka dengan gerakan Kampung Hijau melakukan sebuah tindakan tidak terpuji dengan cara menggunting pohon markisa yang ditanam Sumargo dan warga RT 015, RW 05 tersebut. Awalnya, tanaman tumbuh bagus, lalu mendadak kering karena batang-batang pohon markisa tampak tercerai-berai. 
Sumargo sudah menaruh curiga, bahwa itu ulah tangan manusia, namun ia masih mencoba berpikir positif sambil berusaha mengikat kembali batang-batang pohon markisa tersebut. Sampai suatu ketika, ia mendapat laporan warga bahwa pohon markisa mati. Saat melakukan inspeksi langsung, ditemukan Sumargo, bahwa penyebab matinya pohon markisa adalah batangnya telah digunting.
“Ini tindakan sabotase dari orang-orang tidak bertanggung jawab. Jika ini ulah anak-anak yang tidak disengaja, tidak mungkin batangnya putus dengan sempurna. Jika karena ulah anak-anak bermain bola atau sejenisnya pasti tanaman rusak terinjak atau patah. Saya tidak mengerti motif di balik tindakan ini, tapi terus-terang saya sedih melihat tanaman kami mati percuma,” papar Sumargo.
Jalan Masuk Gang Gotong Royong tempat diguntingnya pohon markisa.
Sumargo menceritakan kejadian ini kepada pihak pengurus Posdaya, RW 05, tokoh masyarakat setempat dan petugas Kelurahan Ragunan yang selama ini mendukungnya bersama Posdaya Jingga, dalam melakukan Gerakan Kampung Hijau di RW 05, Kelurahan Ragunan. Menanggapi aduan Sumargo, pihak-pihak terkait semakin menguatkan hati Sumargo untuk terus menghijaukan wilayahnya.
“Akhirnya saya tidak takut. Jika satu pohon atau tanaman kami dimatikan, akan kami tanam seribu pohon lainnya untuk menggantikan yang mati itu. Istilahnya, patah satu tumbuh seribu. Kami tidak boleh kalah oleh intimidasi atau sabotase. Kami melakukan hal baik dan mulia, untuk apa harus takut,” tegas Sumargo.
Pohon markisa yang kering dan mati yang diduga akibat ulah oknum. 
Setelah kejadian tersebut, Sumargo dan warga Gang Gotong Royong malah semakin giat menggalakkan Kampung Hijau di wilayah RT0 15. Sebanyak 140 Kepala Keluarga di RT0 15 mendukung gerakan Kampung Hijau yang digerakkan Sumargo sebagai Ketua RT0 15. Bahkan, tanaman markisa akan segera ditanam kembali dengan bibit yang baru dari dalam rumah seorang warga. Nanti dari dalam, barulah batang markisa diarahkan keluar untuk terus merayap merimbunkan jalan masuk Gang Gotong Royong RT 015, RW 05 Kelurahan Ragunan.
“Malah saya berencana menambah tanaman merayap untuk merimbunkan wilayah Gang Gotong Royong. Kemungkinan saya akan menambah dengan Pohon Anggur,” pungkas Sumargo.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...