Isak Tangis Ibu dan Siswa Warnai Peringatan Hari Ibu di Sumenep

KAMIS, 22 DESEMBER 2016 

SUMENEP — Para ibu beserta siswa yang menggelar acara peringati Hari Ibu di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diwarnai isak tangis. Saat para ibu dibasuh kakinya dengan sang anak, banyak yang tidak mampu menahan tetesan air mata, bahkan sang anak juga ikut menangis ketika melihat sang ibu mulai meneteskan air mata. Hingga akhirnya mereka berpelukan sambil mendoakan sang anak agar kelak menjadi orang yang berbakti kepada orang tua. Meskipun acara membasuh kaki ibu secara bersama-sama baru diselenggarakan pertama kalinya, rupanya dapat membuat haru seluruh ibu yang hadir Pondok Pesantren (Ponpes) At Taufiqiyah, Desa Aeng Baja Raja, Kecamatan Bluto.

Sejumlah anak sungkem, hormat kepada ibunya masing-masing.

“Jadi, kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ibu ini membuat kita semua yang ada di sini terharu, hampir semuanya menangis, bahkan para siswa juga ikut menangis. Inilah yang membuat kita terketuk, betapa susah perjuangan seorang ibu, maka dengan momentum ini mengingatkan kita semua terhadap perjuangan sang ibu,” kata Tri Susilawati (31), salah satu ibu siswa yang sedang menangis saat dibasuh kakinya oleh anaknya, Kamis (22/12/2016).

Disebutkan, dengan adanya kegiatan membasuh kaki ibu dalam momentum Hari Ibu akan menjadi pembelajaran bagi semuanya, bukan hanya siswa, melainkan para ibu siswa yang kini juga masih memiliki ibu. Sehingga ke depan tidak mudah melupakan begitu saja terhadap perjuangan sang ibu yang telah merawat sejak kecil hingga dewasa.

Tangis haru pun pecah antara sang anak dan ibunya masing-masing.

“Tidak mudah menjadi seorang ibu, sejak dia hamil hingga anaknya besar tidak ada kata mengeluh, maka menjadi seorang anak harus tunduk kepada ibu. Karena surga itu ada di telapak kaki ibu,” jelasnya.

Ia berharap dengan momentum Hari Ibu dapat menggugah semuanya agar tidak berani terhadap seorang ibu. Karena jika tidak tunduk kepada sang ibu, jangan harap anak tersebut nantinya akan mendapat buah kebahagiaan. Melainkan hanya akan mendapat buah malapetaka.

Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul

Lihat juga...