Anggota DPRD Lamsel Fahrurozzi Ajak Perempuan Bentuk Koperasi Simpan Pinjam

KAMIS 22 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Masa reses ketiga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan digunakan oleh para anggota dewan untuk menemui masyarakat yang berada di wilayah daerah pemilihan masing masing. Salah satu anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Fahrurrozi yang datang bersama staf DPRD Lampung Selatan dalam masa reses ke-3 tahun 2016 daerah pemilihan VII meliputi Kecamatan Bakauheni, Ketapang, Penengahan dan Sragi mengaku momen reses bertepatan dengan Hari ibu akan digunakan untuk memberdayakan kaum perempuan di setiap desa yang menjadi konstituennya.
Fahrurozzi anggota DPRD Lampung Selatan mengunjungi masyarakat dalam masa reses ke-3 tahun 2016.
Legislator asal Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto tersebut mengaku akan memberi perhatian kepada masyarakat terutama kaum perempuan, petani untuk bisa mandiri secara ekonomi. Fahrurozzi bahkan telah melakukan koordinasi dengan setiap pengurus di setiap kecamatan untuk segera melakukan proses pendataan anggota yang hendak bergabung dalam koperasi yang dikhususkan untuk pemberdayaan petani dan perempuan dengan bentuk koperasi simpan pinjam. Ia bahkan berharap seluruh simpatisan Partai Gerindra bisa ikut memberdayakan masyarakat dengan membentuk usaha kerakyatan diantaranya produksi kerajinan, makanan tradisional serta pemberdayaan petani yang difasilitasi dengan adanya Koperasi Garudayaksa Nusantara (GKN).
“Setelah saya melihat infrastruktur cukup bagus dengan jalan jalan yang sudah baik, maka saya ingin mengembangkan ekonomi kerakyatan agar masyarakat bisa lebih sejahtera salah satunya dengan mengaktifkan koperasi,” ungkap anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Fahrurozzi saat bertemu dengan warga Desa Pasuruan dalam masa reses, Kamis (22/12/2016).
Secara khusus ia bahkan memastikan setiap perempuan, petani yang ada di setiap desa bisa ikut mendaftar sebagai anggota koperasi Garudayaksa Nusantara sehingga bisa melakukan simpan, pinjam. Sebagai bentuk upaya memfasilitasi masyarakat khususnya kaum perempuan anggota DPR tersebut juga memberikan uang pangkal untuk keanggotaan koperasi sebesar Rp100 ribu kepada setiap perempuan dan petani. Koperasi yang diharapkan ada di tingkat desa tersebut ke depan diharapkan mampu untuk memberikan permodalan bagi para perempuan terutama kaum ibu yang selama ini terkendala permodalan.
Melalui koperasi para kaum perempuan akan lebih mudah mengajukan pinjaman dengan persyaratan mudah dan bunga yang tak terlalu besar.Keanggotaan sebagai anggota koperasi tersebut menurut Fahrurozzi sangat penting karena kaum perempuan yang ada di pedesaan sebagian juga berprofesi sebagai petani. Selain sebagai koperasi simpan pinjam untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) bahkan koperasi tersebut bisa memberikan pinjaman modal bagi para petani yang kesulitan dalam menebus pupuk bersubsidi sehingga bisa meminjam melalui koperasi. Kepada seluruh kader Gerindra yang ada di setiap kecamatan khususnya perempuan Fahrurozzi juga mengharapkan untuk bisa lebih memberdayakan dalam usaha usaha kecil menengah membantu para suami yang bekerja. Sebagai langkah untuk realisasi keanggotaan koperasi seluruh warga yang hadir juga diminta mengumpukan KTP untuk pendataan keanggotaan koperasi dengan uang pangkal sudah ditanggung oleh Fahrurozzi.
Masa reses yang dilakukan ketua II DPRD Lampung Selatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk dialog dengan masyarakat setempat yang memiliki tanah di Regsiter I Way Pisang. Menurut Fahrurozzi persoalan status tanah di lahan register I Way Pisang yang masuk dalam wilayah daerah pemilihannya di Kecamatan Sragi, Kecamatan Palas, Kecamatan Penengahan sudah disampaikan hingga ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan pihak terkait.
“Persoalan alih fungsi lahan tanah register yang sudah diusulkan untuk dibebaskan menjadi tanah masyarakaat sudah kami perjuangkan sebagai wakil rakyat dan sudah sampai ke pusat,” papar  Fahrurozzi.
Polemik status kepemilikan lahan tanah Register I Way Pisang yang sempat mengakibatkan aksi unjuk rasa menurut Fahrurozzi tetap akan dikawalnya. Ia bahkan berjanji akan terus mengawal perjuangan masyarakat tanah Regsiter i Way Pisang yang menginginkan alih fungsi bagi ribuan masyarakat yang puluhan tahun menempati wilayah tersebut. Persoalan tersenut semakin meluas seiring dengan dibangunnya proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dimana sebagian warga terdampak tidak mendapat hak atas ganti rugi lahan melainkan hanya mendapatkan hak atas tanam tumbuh akibat masuk tanah kawasan kehutanan.
“Sebagai wakil rakyat masa reses ini untuk mendengar aspirasi, keluhan termasuk mencari solusi salah satunya tadi koperasi karena kaum perempuan kekurangan modal, selain itu soal agraria juga kita perjuangkan,” terang Fahrurozzi.
Reses yang dilakukannya menurut Fahrurozzi bukan hanya sekedar janji untuk para konstituen, melainkan sudah dalam tahap memikirkan kesejahteraan masyarakat. Sebab selama ini anggota DPR dianggap tidak mengingat janji janji politik sebelum terpilih dan saat terpilih lupa kepada masyarakat. Sebagai wujud konkritnya dalam masa reses Fahrurozzi bahkan memberikan solusi dan formula untuk pemberdayaan masyarakat pedesaan yang saat masa pemilihan mengantarnya hingga duduk di kursi DPRD Lampung Selatan terutama sebagian besar adalah kaum perempuan atau kaum ibu.
Dialog dengan masyarakat dalam masa reses.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Lihat juga...