Iban Medah: Kemiskinan di NTT Jangan Ditutupi


SELASA 13 DESEMBER 2016
BORONG — Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Ibrahim Agustinus Medah atau kerap disapa Iban menegaskan, persoalan kemiskinan yang membelenggu masyarakat NTT selama ini jangan ditutup-tutupi. 

Ibrahim Agustinus Medah (kiri) Ketua DPD I Partai Golkar provinsi NTT.

“Seluruh komponen masyarakat NTT mari bersama-sama kita berantas kemiskinan. Ini bukan berarti kita mau menjual kemiskinan kita untuk dikasihani, ini juga bukan untuk mempermalukan diri kita sendiri, tidak,” ujarnya.

Dalam rilis yang diterima Cendana News, Iban menegaskan,  kita harus mengetahui masalahnya dan setelah itu dirinya  membangkitkan semangat semua untuk mengatasi masalah tersebut. 
“Jangan kita menutupinya, jika kita tahu masalah kita bahwa kita miskin, maka kita harus menyelesaikannya. Jika kita menutupinya maka kita tidak akan bisa mengatasi masalah dasar kemiskinan di NTT,” tegasnya.
Ibrahim Medah yang juga anggota DPD RI ini ketika berpidato dalam pembukaan Musda Partai Golkar Kabupaten Manggarai Timur di Aula Kefikepan Borong, kabupaten Manggarai Timur,Jumat (9/12/2016) mengakui bahwa seluruh pemerintah daerah beserta perangkatnya sudah bekerja keras sehingga sudah banyak yang dihasilkan.
Tetapi masih ada juga yang tersisa yang belum dapat diselesaikan. Salah satu indikator sederhanya yaitu masih saja terjadi pegiriman TKI dan TKW dari NTT ke luar negeri bahkan ada yang dengan nekad tanpa melalui prosedur yang sesungguhnya. Mereka ingin keluar dari kemsikinan, meski lewat jalur ilegal.

Ibrahim Medah saat berbicara di depan pengurus dan kader Golkar Manggarai Timur.

Indikator lain, kata Medah data BPS dan badan-badan internasional menunjukan, di NTT IPM-nya masih sangat rendah yaitu  berada di nomor 32 dari 34 Provinsi di NTT. IPM ini terdiri dari Kesehatan, Pendidikan dan Daya Beli. 

“Terkait daya beli, korelasinya dengan income per kapita dan NTT hanya ada di angka 7 jutaan sedangkan secara nasional sudah mencapai diatas 34 juta. Kita masih jauh dibawa. Jika kita tidak serius membangun NTT maka NTT masih akan tetap seperti sekarang,” katanya.
Medah juga menyoroti masalah kesehatan di NTT yang masih menjadi persoalan serius. Masih banyak ibu yang meninggal saat melahirkan, masih banyak bayi yg meninggal, juga banyak busung kapar dan gsizi buru. Juga soal pendidikan yang masih rendah. Data-data ini menggambarkan bahwa NTT masih jauh tertinggal.
“Saya sampai pada kesimpulan bahwa kemiskinan di NTT bisa diatasi jika kita mampu mengatasi masalah pertanian. Karena lebih dari 72  persen rata-rata masyarakat NTT hidup di sektor pertanian,” pungkasnya.

: Ibrahim Medah bersama wakil ketua DPD I Partai Golkar NTT Laurensius Leba Tukan.
Jurnalis: Ebed de Rosary/ Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...