Hujan Tak Kunjung Reda, 117 Warga Talun Mengungsi Takut Longsor

RABU, 7 DESEMBER 2016
 
PONOROGO—Sebanyak 117 warga yang terdiri dari 30 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo memutuskan mengungsi tiap kali hujan deras mengguyur desanya. Warga mengaku khawatir bencana longsor sewaktu-waktu terjadi. Pasalnya, di daerah ini termasuk ke dalam daerah rawan tanah gerak oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.

Tenda pengungsian bagi warga yang terkena dampak longsor sudah disiapkan BPBD Ponorogo.

Kepala Dusun Suparman menjelaskan, saat ini dari BPBD sudah disiapkan empat tenda pengungsian dan satu sekretariat. Jika memasuki musim hujan sebanyak 10 orang dan anak-anak kecil mengungsi di tenda ini.

“Warga lainnya memilih mengungsi di bangunan los pasar, karena dinilai lebih dekat dengan rumah mereka,” ujarnya kepada Cendana News, Rabu (7/12/2016).

Berbagai persediaan logistik pun sudah disiapkan tim relawan BPBD, seperti makanan, beras, gula, mie, sayuran, tikar dan selimut.

“Yang mengungsi warga Dusun krajan, RT 5 RW 1, RT 6 RW 1 dan RT 5 RW 1,” tuturnya.

Dusun Krajan memang rawan tanah longsor saat musim hujan, bukan hanya tanah material batu dan kerikil juga ikut longsor. Mengingat saat ini wilayah Ponorogo masuk ke dalam musim hujan dengan intensitas tinggi.

Salah satu rumah milik warga Mbah Dimun, misalnya, tingkat bahaya terkena material longsor tinggi. Karena jarak longsor hanya 150 meter dengan longsoran 1,5 kilometer. Jika hujan deras datang, bisa dipastikan longsor menimpa rumah Mbah Dimun.

“Beruntung orangnya mau mengungsi, tapi memilih ke rumah anaknya karena tidak mau berada di tenda pengungsian dengan alasan jauh,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...