Harga BBK Pertalite dan Pertamax di Papua Naik

SABTU, 17 DESEMBER 2016

JAYAPURA — Harga Bahan Bakar Khusus (BBK) di Maluku dan Papua mengalami perubahan di akhir tahun 2016 ini. Perubahan harga tersebut sesuai Surat Keputusan Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Tentang Harga Jual Eceran.
 Termpat Pengisian di TBBM Jayapura.
“Penyesuaian harga BBK merupakan aksi Korporasi Pertamina dalam merespon perkembangan harga indeks pasar gasoline untuk periode penetapan harga medio Desember 2016,” jelas Area Manager Comunication and Relation Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Taufik Urachman, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (17/12/2016).
Pihaknya tetap menjaga dan mempertahankan kualitas-kualitas produk dari PT Pertamina (Persero), khususnya di wilayah regional Maluku, Mauluku Utara, Papua dan Papua Barat. “Kami akan tetap mempertahankan tingkat daya saing produk-produk Pertamina, baik kualitas maupun harga,” ujarnya.
Dikatakan Taufik, perubahan harga berlaku sejak 16 Desember 2016. Di Maluku, harga per liter Pertalite berada di angka Rp. 7.250, Pertamax Rp. 9.200 dan Minyak Solar Non Subsidi Rp. 8.100. Maluku Utara, Pertalite Rp. 7.250, Minyak Solar Non Subsidi Rp. 8.100 dan Pertamax tak ada perubahan.
“Untuk Papua, Pertalite Rp. 7.250, Pertamax Rp. 10.000 dan Minyak Solar Non Subsidi Rp. 8.300. Sementara, di Papua Barat harga Pertalite sebesar Rp 7.250, Minyak Solar Non Subsidi Rp 8.100 dan Pertamax sendiri tak ada perubahan,” pungkasnya. 

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Koko Triarko / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...