Isi Liburan Sekolah, Motor Pustaka Ajak Siswa SD di Lampung Menulis 1.000 Surat untuk Presiden RI

SABTU, 17 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) telah usai dengan proses pembagian buku rapor semester pertama, Sabtu (17/12/2016), ini. Sebagai bagian dari rencana kegiatan selama liburan siswa, Sekolah Pegiat Literasi Lampung, Sugeng Hariyono, yang membentuk armada pustaka di Lampung Selatan di antaranya motor pustaka dan onthel pustaka, telah menyiapkan konsep liburan panjang semester ganjil yang menyenangkan bagi anak-anak usia sekolah dasar, yaitu dengan menulis 1.000 Surat untuk Presiden RI, Joko Widodo.
Sugeng Hariyono bersama para penggerak literasi.
Sugeng Hariyono mengungkapkan, 1000 surat untuk Presiden Republik Inndonesia, Joko Widodo, berisi harapan siswa-siswi sekolah akan pendidikan di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi salah-satu upaya untuk mengetahui kebutuhan dan keprihatinan dirinya, dan beberapa pegiat literasi tentang kondisi pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang literasi, ketersediaan perpustakaan dan kenyamanan siswa sekolah. Ia mengaku memilih waktu liburan sebagai lanjutan dari kegiatan harian yang selama ini dilakukannya dengan berkeliling dari desa ke desa untuk menebarkan virus literasi, dengan membawa buku-buku bacaan keliling ke desa-desa.
“Selama ini liburan kan identik dengan hanya untuk istirahat atau bermain. Namun, kita kemas menjadi liburan menyenangkan, dengan membaca dan menulis sekaligus akan menulis surat untuk Presiden Jokowi,” terang pegiat literasi Lampung sekaligus penggagas motor pustaka di Lampung Selatan itu, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (17/12/2016).
Menurutn Sugeng, kegiatan yang digagasnya itu dilakukan untuk mengisi liburan dengan tetap menulis dan membaca, berbagi kasih bagi semua anak Indonesia, memberi pesan damai untuk semua anak Indonesia dan mengajak anak Indonesia gemar membaca dan menulis dengan suasana santai saat liburan. Sebagai langkah konkritnya pada saat bagi rapor kepada sejumlah sekolah, ia meminta ke semua guru untuk mengingatkan kepada murid-muridnya untuk menyisihkan uang jajan yang selama ini diperoleh dan tak digunakan saat kegiatan liburan.
Uang jajan tersebut diharapkan digunakan oleh para siswa untuk membeli bolpoin atau pulpen yang akan dikumpulkan, dan didonasikan kepada siswa-siswa usia Sekolah Dasar yang ada di beberapa wilayah di Indonesia, di tempat terpencil serta di beberapa tempat yang terkena bencana.
Sugeng Hariyono melayani para siswi SD memilih buku.
Gerakan 1000 Bolpoin atau bahkan jika ada yang menyumbang alat tulis lain berupa pewarna, penggaris dan buku-buku tersebut, diharapkan mampu memberikan rasa empati bagi siswa-siswi usia Sekolah Dasar yang ada di kepulauan terpencil dan pelosok.
Pada tahap awal, Sugeng mengungkapkan, sebanyak 9 sekolah di tingkat SD telah diumumkan untuk kedatangan motor pustaka di sekitar kampung tempat sekolah tersebut berada. Motor pustaka yang digagas oleh Sugeng bahkan akan membawa buku-buku bacaan sembari mengumpulkan bolpoin baru hasil sumbangan dari siswa dan juga memberi kesempatan menuliskan surat untuk presiden.
Gerakan 1.000 Bolpoin 1.000 Surat untuk Presiden, diakuinya merupakan kegiatan untuk semakin meningkatkan kepedulian siswa akan kondisi pendidikan dan literasi di Indonesia, di antarnya kurangnya buku bacaan anak, minimnya fasilitas perpustakaan, serta kondisi gedung sekolah yang belum layak. Selain itu, harapan dan keluhan serta berbagai keinginan anak-anak Indonesia tersebut bisa dituliskan dalam surat yang akan dikirimkan secara bersama-sama setelah dikumpulkan.
Surat yang ditulis dalam secarik kertas berisi harapan anak-anak Indonesia yang ditargetkan terkumpul sekitar 1.000 lembar dari wilayah Lampung Selatan, akan dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo setelah liburan usai.
“Kita ingin liburan diisi dengan kegiatan-kegiatan positif termasuk kegiatan sosial untuk menyumbangkan alat tulis bagi siswa sekolah di daerah lain,” ungkap Sugeng Hariyono.
Secara umum, Sugeng mengakui, anak-anak bisa membawa pesan damai bagi dunia, bahwa anak-anak tak pernah memandang suku, agam, ras antar golongan dalam kepedulian kepada sesama. Ia berharap, para orangtua yang mampu juga bisa memberikan bantuan bolpoin yang akan dikumpulkan dan dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...