RABU, 7 DESEMBER 2016
SUMENEP—Pangsa pasar keris karya perajin keris di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sangat menjanjikan. Namun sayang, sampai sekarang mereka masih kesulitan pengiriman produk ke luar negeri, pasalnya seluruh jasa pengiriman barang yang ada di daerah setempat tidak menerima. Sulitnya jasa pengiriman ke luar luar negeri untuk mengirim keris terhadap pemesan, membuat para perajin keris harus menempuh perjalanan jauh menuju kota Surabaya. Di sana ada salah satu jasa pengiriman yang bisa membawa keris hasil karya mereka. Hal itu memang sangat menyulitkan bagi perajin keris yang mendapat pesanan dari luar negeri. Karena sulitnya jasa pengiriman tersebut menghambat penjualan yang selama ini sebenarnya sudah mengggeliat bagus. Pasar keris sebenarnya sudah menjanjikan.
![]() |
| Perajin mengolah besi yang akan dibentuk menjadi keris. |
“Sampai sekarang, perajin keris masih kesulitan pengiriman. Ketika ada pesanan dari mancanegara, jasa pengiriman yang ada di daerah malah tidak mau. Apalagi kalau tahu yang akan dikirim itu keris. Padahal, sekarang, pangsa pasar keris bukan hanya nasional saja, melainkan sudah skala internasional. Tapi susahnya pengiriman itu yang menjadi kendala,” kata Zainal (45), salah seorang perajin keris di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Rabu (7/12/2016).
Disebutkan, para perajin menginginkan ada perhatian dari berbagai pihak, bagaimana pengiriman keris ke luar negeri bisa lebih mudah dan diterima jasa pengiriman. Karena keris bukanlah senjata tajam melainkan benda pusaka. Sehingga dengan peluang pasar yang mulai menjanjikan nantinya ada kemudahan pengiriman ke luar negeri sesuai keinginan perajin keris dalam memenuhi pesanan konsumen.
“Kami ingin adanya kemudahan dalam pengiriman keris ketika hendak dikirim ke luar negeri. Karena jika ada satu saja jasa pengiriman barang di daerah ini yang menerima pengiriman keris, maka perajin keris sangat senang. Itu kan dapat memperlancar pengiriman keris ke mancanegara,” jelasnya.
Mereka berharap pemerintah juga melihat kesulitan apa yang dialami perajin keris ketika ingin mengirim karyanya ke luar negeri, agar ke depan ada solusi yang dapat mempermudah pengiriman keris ke mancanegara. Karena benda pusaka yang dihasilkan juga akan dapat mengenalkan ikon daerah ke kancah internasional.
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul