Cegah Penyebaran HIV AIDS, KPA Sikka Lakukan Sosialisasi di Tempat Hiburan Malam

JUMAT, 2 DESEMBER 2016
MAUMERE—Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten Sikka melakukan sosialisasi terkait penyakit HIV dan AIDS di beberapa tempat hiburan malam yang ada di kota Maumere.

Demikian disampaikan Sekertaris KPA Sikka, Yohanes Siga, saat ditemui di kantor sekertariat KPA Sikka Jumat (2/12/2016) siang.

Sosialisasi HIV dan AIDS oleh KPA Sikka di tempat hiburan malam di kota Maumere.

Dikatakan Yan, sapaannya, kunjungan ke tempat hiburan malam ini selain melakukan sosialisasi HIV dan AIDS juga bersamaan dengan sosialisasi narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya serta Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka.

“Kami harapkan tempat hiburan malam bisa mendukung program penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka sesuai yang tertera di dalam peraturan daerah,” ungkapnya.

Guna menyukseskan kegiatan ini, pihaknya lanjut Yan, membentuk tim yang terdiri dari sektor terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial Naketrans, BPM Sikka, Bagian Kesra Setda Sikka, Satres Narkoba Polres Sikka, Puskesmas Beru, Puskesmas Wolomarang dan Puskesmas Waipare serta klinik VCT Mother Teresa.

“Dalam kunjungan ini kami juga melakukan tes HIV dan AIDS terhadap para pekerja wanita di tempat hiburan malam ini,’ terangnya.

Ada pun tempat hiburan malam yang sudah dikunjungi, beber Yan, Triple 7 pada  28 November 2016 dengan jumlah pekerja perempuan yang diperiksa 8 orang, serta Shasary Pub pada 29 November 2016 dengan jumlah sasaran yang diperiksa 12 orang pekerja. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Bintang Pub pada 30 November 2016 dengan jumlah pekerja perempuan yang diperiksa sebanyak 13 orang serta Sinta Pub pada 2 Desember 2016 dengan jumlah sasaran 14 orang pekerja.

Kegiatan hari puncak pada 1 Desember 2016, sambung Yan, dilakukan sosialisasi HIV dan AIDS di lingkup Kodim 1603 Sikka dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang, serta pada 2 Desember 2016 di Lanal Maumere dengan jumlah anggota dari ibu-ibu Jalasenatri sebanyak 61 orang.`

“Dengan sosialisasi terus menerus di desa dan kelurahan serta berbagai instansi dan tempat hiburan malam, kami harapkan masyarakat memahami bahaya penyakit ini sehingga jumlah penderita mengalami penurunan drastis,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...